Turki Kirimkan Bantuan Makanan ke Qatar

53 sec read

Presiden Turki Erdogan sebut akan sumbangkan makanan ke Qatar setelah terkena blokade dunia Arab.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Alam Islam Ankara – Turki mengatakan akan menyumbangkan makanan ke Qatar di tengah kekhawatiran kekurangan pangan setelah Arab Saudi menutup perbatasan darat Qatar, yang mejadi jalur impor sebagian besar makanannya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan pekan lalu dengan Qatar. Mereka menuduh negara kecil tersebut mendukung ISIS dan Iran. Tuduhan yang menurut Qatar tidak berdasar. Presiden A.S. Donald Trump juga memberi kritikan keras terhadap Qatar.

Dalam upaya untuk menolak tuduhan tersebut, Qatar membayar $ 2,5 juta kepada perusahaan John Ashcroft, yang bertugas sebagai Jaksa Agung A.S. selama serangan 11 September, untuk mengaudit usahanya dalam rangka menepis tuduhan pendanaan terorisme.

Ashcroft diharapkan untuk secara pribadi memimpin usaha firma yang berbasis di Washington untuk mengevaluasi, memverifikasi dan mencegah pencucian uang dan kontraterorisme, sesuai dengan dokumen yang diajukan ke Departemen Kehakiman.

Sekretaris Negara A.S. Rex Tillerson sempat berbicara di telepon Sabtu malam (10/6) dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tentang perselisihan antara Qatar dan tetangganya di Teluk Arab.

Tillerson mendesak Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya pada untuk tidak lagi meningkatkan krisis dan meringankan blokade Qatar mereka, yang menurutnya hal tersebut menyebabkan konsekuensi masalah kemanusiaan yang tidak diinginkan dan akan mempengaruhi perjuangan pimpinan A.S. melawan ISIS.

Dalam komentar Tillerson atas blokade tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Jumat lalu di Istanbul bahwa hal ini itu harus dibahas sepenuhnya.

Saat berbicara dalam sebuah agenda buka puasa, Erdogan berjanji untuk terus mendukung Qatar setelah memberi persetujuan undang-undang tentang pengiriman pasukan Turki kesana.

Setelah Terluka Selama Tiga Hari, Jurnalis Ini Meninggal…

Alam Islam, Suriah – Mahmoud Loz jurnalis di medan perang Homs yang sudah terluka selama 3 hari, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Beliau merupakan salah...
redaksialamislam
12 sec read

Trauma Pisau, Tentara Israel Tembak Lagi Remaja Palestina

Alam Islam, Bethlehem – Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang pria Palestina 19 tahun setelah ia diduga sedang mencoba untuk menusuk seorang tentara Israel...
redaksialamislam
40 sec read

Gawat! Partai Anti Islam Diresmikan di Australia

Politisi Belanda kontroversial anti islam, Geert Wilders Alam Islam, Perth – Politisi Belanda kontroversial, Geert Wilders ikut berkontribusi dalam membuat partai anti-Islam di Australia....
redaksialamislam
2 min read