Tampil di Tempat Pembantaian Palestina, Celine Dion Dikutuk Seniman

1 min read

Celine Dion dikutuk seniman Palestina karena akan tampil di sebuah taman Israel bekas tempat pembersihan etnis.
Celine Dion say “hi” kepada warga israel

Akan Tampil di Tempat Pembantaian Warga Palestina, Celine Dion Dikutuk Para Seniman 

AlamIslam.com Tel Aviv – Penyanyi terkenal Kanada bernama Celine Dion dikabarkan akan tampil di sebuah taman Israel pada musim panas ini. Warganet yang mendengar kabar tersebut mengutuk rencana manggung yang diadakan di atas tanah Palestina yang dianggap terjadi pembersihan etnis oleh Israel hingga sekarang.

Dion dijadwalkan tampil selama Tu B’Av dan akan dirayakan oleh sejumlah orang sebagai Hari Valentine Israel pada bulan Agustus.

Sejarah mencatat

Sejarah menuturkan, tempat yang bernama Yarkon Park di Tel Aviv itu dibangun di atas reruntuhan Jarisha, sebuah desa yang sepenuhnya dihuni penduduk Palestina oleh Irgun, oleh seorang milisi Zionis, pada Mei 1948.

Beberapa minggu sebelumnya, Irgun, yang dipimpin oleh calon Perdana Menteri Israel Menachem Begin, telah melakukan pembantaian terkenal di desa Deir Yassin, yang menebarkan kepanikan dan ketakutan di seluruh Palestina.

Pasukan paramiliter Zionis membersihkan sekitar 800.000 warga Palestina selama Nakba 1948 untuk membersihkan jalan bagi pendirian Negara Israel.

Yarkon Park telah menjadi tempat sejumlah konser dan festival yang membantu menutupi kejahatan Israel terhadap Palestina.

Dengan menolak seruan Palestina untuk memboikot Israel, konser ini sama saja dengan melewati garis ketentuan internasional.

Penyanyi Kanada itu menyiapkan pesan video yang mengungkapkan kegembiraannya untuk tampil untuk pertama kalinya di Tel Aviv.

Para seniman menolak

Lima puluh musisi, aktor dan seniman Palestina mendesak Dion untuk mengindahkan seruan masyarakat sipil Palestina untuk tidak tampil di Israel.

“Rezim Israel sayap kanan mengeksploitasi semua pertunjukan oleh seniman internasional untuk menutupi, atau artwash atas pelanggaran sistematis hak asasi manusia Palestina,” kritik para seniman dalam sebuah surat yang menarik perhatian Dion.

“Dalam konteks ini, semua seniman memiliki kewajiban etis untuk tidak membahayakan perjuangan kita untuk keadilan,” sindirnya.

Pertimbangkan kata-kata Mandela

Lagipula, Dion menamai salah satu putra kembarnya dengan Nelson Mandela, yang memimpin gerakan pembebasan terhadap pemerintah apartheid Afrika Selatan, tentunya hal itu bertentangan dengan ideologi kebebasan yang ia yakini sendiri.

Sumber: electronicintifada

Bersama Rusia dan Iran, Rezim Assad Tewaskan 200…

Rusia, Iran dan rezim Assad dengan keji bombardir warga Suriah. Alam Islam Lebanon – Pemerintah Suriah bersama Rusia dan Iran, yang mengambil alih kesempatan untuk merebut...
redaksialamislam
1 min read

Megahnya Sistem Pengeras Suara Imam Masjidil Haram Mekkah

Fantastisnya sistem pengeras suara Masjidil Haram Mekkah Alam Islam – Beginilah sajadah, pengeras suara dan peralatan lainnya (tissue dan air minun) yg diletakkan di...
redaksialamislam
1 min read

Merokok Saat Umroh, Pejabat Indonesia Ditegur Syaikh dari…

Sejumlah pejabat Indonesia ditegur Syaikh Arab  Alam Islam Madinah – Warganet dihebohkan dengan beredarnya video sejumlah pejabat Indonesia yang diperingatkan oleh seorang Syaikh Arab Saudi...
redaksialamislam
1 min read