Parah… Istri Jalaluddin Syi’ah Sebut Mut’ah Untuk Menjaga Kesucian!

1 min read

Sebagaimana diberitakan
sebelumnya, dalam debat
antara Ustadz Muhammad
Abdurrahman Al Amiry
dengan istri dedengkot
Syiah Jalaluddin Rakhmat,
Emilia Renita AZ, tentang
ajaran nikah mut’ah,
dimana ia tidak mau
melaksanakan nikah mut’ah
karena dirinya adalah
perempuan yang menjaga
iffah.
Mendapat pukulan telak
karena tidak mau
melaksanakan nikah mut’ah,
Emilia Renita kemudian
ngeles dan malah
menanggapid ebat dengan
memberikan dalil kebolehan
nikah mut’ah menurut
referensi Sunni, padahal
yang jadi tema pokok
pembahasan adalah
mengapa Emilia menolak
amalan nikah mut’ah
sedangkan dia adalah
pembesar Syiah.
Ustadz Muhammad
Abdurrahman Al Amiry pun
menanggapi, “Ingat, Anda
telah mengatakan
bahwasanya Anda tidak
mau nikah mut’ah.
Seharusnya Anda
membawakan dalil akan
keharaman nikah mut’ah
dalam kitab-kitab Syiah
bukan malah membawakan
dalil yang membolehkan
nikah mutah. Bukankah
Anda yang menyatakan
bahwasanya mut’ah itu
jorok? Kenapa sekarang
Anda malah
membolehkannya?
Kontradiktif.”
Emilia Renita malah
menanggapi sebagai
berikut, “Saya tidak pernah
bilang mut’ah itu jorok.
Saya ini Syiah yang tidak
mungkin mengharamkan
nikah mut’ah , karena itu
ada dalil kuat untuk
menghalalkannya . Tapi
saya jelaskan, saya tidak
melakukannya karena tidak
semua yang halal dalam Al
Qur’an harus kita lakukan.
Nikah mutah adalah solusi
buat para wanita menjaga
iffahnya.”
Ustadz Muhammad
Abdurrahman Al Amiry pun
menanggapi, “Memang
semua yang halal tidak
harus dilakukan, akan tetapi
nikah mut’ah dalam ajaran
Syiah bukan hanya sekedar
halal tapi “wajib”. Karena
ada riwayat Syiah yang
mengancam orang-orang
yang tidak melakukan nikah
mutah. Jadi Anda pun wajib
melakukannya karena
mut’ah bukan hanya
sekedar halal tapi wajib
karena ada ancaman bagi
yang meninggalkan mut’ah.
Salah satu ancaman dalam
kitab Syiah bagi orang yang
tidak melakukan nikah
mut’ah:
ﻣَﻦْ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺘَﻤَﺘَّﻊْ
ﺟَﺎﺀَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﺟْﺪَﻉُ
“Barang siapa yang keluar
dari dunia (wafat) dan dia
tidak nikah mut’ah maka
dia datang pada hari
kiamat sedangkan
kemaluannya
terpotong.” ( Tafsir Manhaj
Ash Shadiqin 2/489)
Kemarin Anda menyatakan
yang nikah mut’ah adalah
orang yang tidak menjaga
iffah. Sekarang Anda malah
menyatakan bahwasanya
nikah mut’ah adalah jalan
untuk menjaga iffah.
Sungguh perkataan yang
aneh alias kontradiktif.”
Mendapat penjelasan itu,
Emilia Renita menerangkan
maksud perkataannya,
“Sebagai istri tentu saya
tidak bisa nikah mut’ah dan
ya, buat saya nikah mut’ah
itu haram karena saya istri
orang. Sebagaimana daging
kambing juga haram buat
orang yang sakit darah
tinggi, dan lain-lain,
misalnya.”
Ustadz Muhammad
Abdurrahman Al Amiry
menjelaskan, ulama Syiah
sepakat akan kebolehan
nikah mut’ah bagi seorang
wanita yang sudah nikah
alias sudah punya suami.
Disebutkan dalam kitab
Syiah, Fatawa 12/432:
ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺘﺰﻭﺟﺔ ﺍﻥ ﺗﺘﻤﺘﻊ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ
ﺃﺫﻥ ﺯﻭﺟﻬﺎ ، ﻭﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﻛﺎﻥ
ﺑﺄﺫﻥ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻓﺄﻥ ﻧﺴﺒﺔ ﺍﻷﺟﺮ
ﺃﻗﻞ ، ﺷﺮﻁ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﺍﻧﻪ
ﺧﺎﻟﺼﺎً ﻟﻮﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ
“Diperbolehkan bagi
seorang istri untuk
bermut’ah (kawin kontrak
dengan lelaki lain) tanpa
izin dari suaminya, dan jika
mut’ah dengan izin
suaminya maka pahala yang
akan didapatkan akan lebih
sedikit, dengan syarat
wajibnya niat bahwasanya
ikhlas untuk wajah Allah.”
“Jadi, adanya Jalaluddin
(Rakhmat-red) atau tidak
adanya Jalaluddin, itu
bukanlah masalah bagi
Anda untuk nikah mut’ah
lagi menurut ajaran Syiah.
Akan tetapi menagapa Anda
malah berpegang teguh
tidak mau mut’ah
sedangkan ada
ancamannya?” tambahnya
men-skak-mat Emilia Renita
AZ hingga tak berkutik.

sumber: fimadani

7 Tanda Ikhlas

1. Syeikh Abdullah Khotib dalam kitab Nadzhorot fii Risalah Takliim mnyebutkan beberapa #TandaIkhlas, mari kita renungi dan ambil inspirasi 2. Pertama adalah Takut Popularitas,...
redaksialamislam
1 min read

7 Tanda Ikhlas

1. Syeikh Abdullah Khotib dalam kitab Nadzhorot fii Risalah Takliim mnyebutkan beberapa #TandaIkhlas, mari kita renungi dan ambil inspirasi 2. Pertama adalah Takut Popularitas,...
redaksialamislam
1 min read

Kisah Marbot Dari Mesjid Puncak Bogor

Alam Islam – Ada dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi....
redaksialamislam
2 min read