Nasehat Islami Tentang Kehidupan

Posted on
Nasehat Islami Tentang Kehidupan
Nasehat Islami Tentang Kehidupan

Nasehat Islami Tentang Kehidupan

AlamIslam.com – Sekarang orang-orang kita ada yang tidak percaya diri dengan Alquran. Dalam kehidupan ini, jika kita ingin mengembalikan kekuatan umat Islam, atau kita ingin memulihkan kehidupan kita, beralihlah ke Alquran, kembali ke Hadist Nabi.

Apa masalah rakyat kita? Alquran tidak dibaca. Berapa banyak dari kita yang tidak bisa membaca Alquran? Hidup yang kita persoalkan, tidak takut mati bila tidak bisa membaca Alquran? Sungguh ironis.

Baca Alquran

Banyak dari kita, berapa banyak yang tidak bisa membaca Quran ini? Dia bahkan tidak bisa membaca Fatihah. Berapa banyak istri yang mengeluh suaminya tidak bisa menjadi imam. Ini adalah realita.

Kekuatan Muslim

Yang pertama adalah jika kita ingin mendapatkan kembali kekuatan umat Islam, kembali kepada Allah, kembali kepada Rasul. Mari kita kembali ke Rasul.

Ulama jahat

Saat ini mulai ada ulama jahat, dia tidak berbicara tentang kebenaran agama. Ketika ulama hanya menyebutkan perkataan untuk mempertahankan posisinya, ia khawatir kehilangan posisinya, ia rela mempertahankan posisinya agar ia bisa menggadaikan agamanya. Ironi.

Pemimpin Zalim

Ketika pemimpin kita sudah tidak beragama, ketika ada oknum ulama yang hanya memikirkan perut dan kenyang. Dia memikirkan tentang hidupnya, dia tidak lagi memikirkan tentang agama. Ada juga di antara kita ketika diajak dakwah, dia menuntut bayaran tinggi. Bayarannya bukan sedikit, bukan sekedar melepas biaya transportasi, tapi dia ingin mengambil keuntungan besar untuk dirinya sendiri, memperkaya diri.
Pengetahuan tentang anugrah Tuhan
Ulama adalah posisi yang diagungkan oleh Allah. Tuhan ingin memuliakan. Pengetahuan ini, pengetahuan yang Tuhan berikan kepada kita hari ini, hasil dari karunia Tuhan. Ketika Tuhan memberi kita pengetahuan, tentu suatu saat Tuhan akan menghapusnya.
Kehidupan kita, siapa yang memiliki ilmu yang kita miliki? Tuhan. Tuhan maha pengasih. Ketika Allah mengabulkan, mengembalikan apa yang kita janjikan, dalam doa kita, kita harus berjanji dalam doa kita.
Oleh karena itu, saya ingin menyebutkan bahwa jika kita ingin mendapatkan kembali kekuatan umat Islam hari ini, setelah ada ulama, ciptakan keikhlasan diantara kita. Ketulusan harus ada.
Ketulusan harus dilatih. Karena tidak mudah bagi orang-orang kita untuk tulus. Dalam keha idupan rumah tangga itu harus tulus. Ingin berteman satu sama lain, harus tulus. Setelah kita mempunyai ulama, pemimpin yang saleh dan seterusnya, setelah itu mari bersihkan hati.
Kita cuci hati karena hati kita sangat senang dimasuki iblis. 
Umara dengan ulama
Umara ini yang selalu mendengarkan Alquran, selalu mengikuti Alquran dan selalu mengikuti Hadits Nabi serta mendengarkan nasehat para ulama.
Hidup untuk akhirat
Hidup bukan untuk dunia. Hidup ini untuk akhirat. Saat kita hidup untuk dunia, kita akan menjadi seperti Komunis, kita akan menjadi seperti sekuler. Kita akan menjadi seperti yang disebut sistem-isme yang sedang mengalami kehancuran.
Tapi kita harus hidup untuk akhirat. Kita tidak bisa hidup untuk dunia. Jika kita hidup untuk dunia, kita akan menyesali saat kita berada di kuburan nanti. Semua isme yang ada, sistem yang ada selain Islam, semuanya hancur dan jatuh. Tidak ada isme yang bisa bertahan lama.
Wallahu ‘alam.
(MHS)