Meredam Ajaran Baru “Akhwat Feminis”

1 min read


Alam Islam – Merinding saya memikirkan bagaimana persepsi saling menolong, berbagi peran menurut spesialisasi dan fitrahnya masing-masing didalam rumah tangga berubah begitu cepat.

Baru-baru ini saya ditanyakan pendapat soal seorang suami tidak berhak memaksa istri memasak dan menyiapkan makanan dirumah. Seolah-olah selama ini begitu banyak istri merasa telah melakukan kesalahan fatal karena memasak dan menyiapkan makanan dirumah.

Lalu dimanakah prinsip kerjasama dan saling tolong menolong dalam kebaikan? Apakah mereka tidak membaca sirah rasulullah yang mengkisahkan Fatimah az Zahra puteri rasulullah sampai melepuh tangannya karena menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya?

Kenapa pula Fatimah tidak berkata kepada Ali Radhi Allahu anhu:”Engkau suami kejam! kau merusak tanganku yang dulu selalu dijaga oleh Rasulullah. Engkau berbuat dzalim kepadaku? Carikan aku pelayan atau ceraikan aku!”

Dikali lain, banyak pula para istri berlebih-lebihan memuji suami yang mau memasak dirumah, mencuci baju hingga *maaf* membersihkan kotoran anaknya.

Mereka memujinya hingga masuk kedalam media jejaring sosial.

Lihatlah hal yang anomali ini. Di satu sisi mereka menganggap hal itu adalah perlakuan semena-mena yang harus di hindari, di sisi lain mereka memuji bila para suami mau melakukannya.

Saya beruntung menikah 10 tahun lalu dimana postingan yang merabunkan prinsip berumah tangga ini belum muncul. Dahulu, para akhwat menanti dengan berdebar-debar kapan tangannya akan dapat membasuh baju sang suami, memasak untuk kekasih hatinya, menyuapi anak-anaknya, memandikan dan merawatnya.

Ini adalah kerja istimewa yang berganjar surga. Tidak semua akhwat ditakdirkan meraihnya.

Namun sekarang, boleh jadi yang di anggap dengan pernikahan adalah walimah yang mewah, yang foto pra wedding yang diposting selama 1 bulan terus menerus di dunia maya, hidup dikelilingi pelayan dan dayang-dayang. Terpenuhi sandang dan pangan selayak tinggal didalam istana.
Dan inilah ‘kerja dakwah’ yang sebenarnya. Mengurusi anak, mencuci, memasak, membersihkan rumah? Ah itu bukan kerja dakwah. Itu adalah perbudakan jaman baru atas nama pernikahan.

Penulis: Rahmat Idris

Setelah Meninggal Suami, Tanggungjawab Nafkah Anak Jatuh kepada…

Tanggungjawab nafkah anak tidak dibebankan kepada istri setelah meninggal suami Alam Islam Selangor – Dalam sebuah acara kajian Islam di program stasiun televisi Alhijrah Malaysia,...
redaksialamislam
1 min read

Istri “Wonder Woman”, Anugerah atau Bom Waktu?

ilustrasi istri “Wonder Woman” Alam Islam – Pernah seorang adik mengutarakan kepada saya tentang fenomena betapa mandirinya akhawat zaman now, seolah semuanya mampu dikerjakan...
redaksialamislam
2 min read

Rukun, Doa dan Tatacara Sholat Gerhana Sesuai Sunnah…

Tatacara sholat gerhana  Alam Islam – Gerhana ialah salah satu kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa. Dalam Islam disyariatkan untuk melakukan solat Gerhana bisa terjadi...
redaksialamislam
2 min read