Memprioritaskan Suara Azan

1 min read

Alam Islam – “Apa kamu udah shalat Ashar, istriku?” Tanya sang suami.
“Belum” Jawab istrinya.
“Kenapa?”
“Aku baru pulang kerja. Capek banget. Aku tadi tidur sebentar.”
“Oke. Kalau begitu, sekarang wudhu terus shalat ya. Sebelum datang waktu maghrib.”

Di hari selanjutnya, sang suami pergi ke luar kota untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Setibanya di tempat tujuan, ia tidak mengabarkan istrinya bahwa ia telah tiba dengan selamat tepat waktu.

Karena itu, sang istri begitu khawatir dan cemas. Ini kali pertama suaminya itu tak memberi kabar. Tak seperti biasa.

Adakah yang terjadi di perjalanan? Atau suaminya tak lagi peduli? Atau ia sedang jalan dengan mawar lain yang lebih harum dan jelita?

Ia putuskan untuk menghubungi suaminya agar hatinya tenang dan memastikan bahwa suaminya tiba dengan selamat.

Tak ada jawaban. Dia mengulang-ulang panggilan. Tetap tak ada jawaban. Semakin ia gelisah. Semakin ia gundah.

Berjam-jam menunggu. Akhirnya sang suami menghubunginya.
“Hei, apa kamu sudah tiba dengan selamat, suamiku?” Ia segera bertanya setelah teleponnya berdering.

“Iya. Aku telah tiba dengan selamat. Alhmdulillah.”
“Tadi tiba jam berapa?”
“Kira-kira 4 jam yang lalu.”
“Empat jam yang lalu? Terus kenapa tidak hubungi?” Tanya istri dengan nada marah.
“Tadi aku capek banget. Aku tidur sebentar.”
“Tak adakah waktu walau barang sedetik saja engkau ajak aku bicara? Apa kau tak dengar handphone berdering ketika kuhubungi?”
“Aku dengar kok.”
“Terus kenapa tidak diangkat? Apa tak peduli lagi denganku?”
“Tentu saja aku peduli. Kemarin, engkau juga tak peduli dengan suara adzan, panggilan Allah.”

Sang istri pun terdiam. Kalimat itu mengena di hati. Tiba-tiba air matanya kini berbicara.
“Iya. Maafkan aku. Engkau benar.”
“Bukan kepadaku. Mintalah ampun kepada Allah. Jangan diulangi lagi ya. Aku tak inginkan apapun kecuali kebersamaan kita di surga sambil menatap wajah Allah yang Mulia.”

Hatinya pun meleleh mendengar ungkapan sang suami. Hari-hari berlalu dan sang istri pun tak pernah meninggalkan kewajibannya.

(Khash li al-Mutazawwijin)

Kisah Nyata Mualaf Skotlandia Masuk Islam tanpa Bertemu…

Kisah nyata mualaf Skotlandia yang masuk Islam tanpa bertemu muslim  Alam Islam – Bagaimana seorang pria muallaf Skotlandia paruh baya berkulit putih yang tinggal...
redaksialamislam
2 min read

Mundur dari Polisi karena Nyogok, Kini Jualan Kaki…

Mantan polisi ini ikhlas jalani bisnis jualan daripada korupsi karena jabatan. Alam Islam Banda Aceh – Seorang mantan anggota kepolisian yang pernah dikabarkan mengundurkan diri...
redaksialamislam
1 min read

Gambar Lucu Wahabi Beli Madu Nanyain Manhaj Penjual,…

gambar lucu percakapan WA Alam Islam Jakarta – Sebuah gambar capture percakapan unik dan lucu melalui Whatsapp diunggah oleh seorang warganet dan membuat heboh sejumlah...
redaksialamislam
1 min read