Memangnya Kita Siapa?

Posted on

Akan selalu bertemu kecewa, saat
kita berharap, dapat mengubah
karakter suami sebagai pasangan
hidup sesuai keinginan kita
.
Memangnya Kita siapa?
Kita bukan ayah/ibu yg
mengasuhnya seperempat abad
lebih, Ayah ibunya tak pernah
menuntutnya untuk menjadi sesiapa,
cukup menjadi seorg lelaki yg baik,
sedang kita?? baru menikah
dengannya seumur jagung tapi
tuntutan padanya tlah berentetan
panjang bagai daftar belanja
bulanan.
.
Memangnya kita siapa?
Kita bukan saudara kandungnya yg
punya hub darah kekal selamanya.
Sedangkan dgn saudara kandungnya
dia bisa beradu pendapat dan
berantem sedemikian rupa,
meskipun tak lama mereka akan akur
kembali dan tetap menjadi saudara
hingga maut memisahkan.
.
Memangnya kita siapa?
Kita ini hanya diikat tali mistaq al
ghalidza, halal karena pernikahan
dan itu bersifat temporer, tergntung
pd kita, akan mempertahankan kisah
cinta itu/tdk. Sungguh tali kasih itu
sangat mudah untuk diputuskan,
jika kita tak berusaha
mempertahankan.
.
berharap suami menjadi pasangan
sempurna,sementara kita jauh dari
sempurna!
berharap suami lelaki sholih,
sedangkan kita?!
Harapan yg begitu tinggi menjulang,
lalu terbentur kecewa dgn knyataan.
.
Sungguh kdg kita lupa melihat
kedalam… Kita sibuk melihat pd
kekurangan pasangan sementara kita
lupa akan kekurangan sendiri
.
Memangnya siapa kita ?
Hey.. Kita ini hanya dititipi dan
kapan saja dpt dimintaNya kembali,
kita tak pernh bnr” memiliki
pasangan hidup, anak” bahkan diri
kita sendiri.
Kita cuma peminjam, peminjam yg
masih merengek-rengek minta
dipinjami yg lbh baik lagi,
ahh…. Peminjam yg tak tau diri
.
Suamimu nanti,
Kita cuma teman di sisa hidupnya,
bukan atasan yg berhak marah” dan
memecat siapapun yg tak dia suka
Kita cuma teman hidupnya yg justru
bisa ditalaq kapan saja andai dia tak
berkenan dgn perilaku kita lalu dia
murka…
.
Memangnya kita siapa???

by @aisyahijrah