Kenapa Jenazah PDP Dikubur Standar Covid-19? Baca Alasan Dokter Ini!

Posted on
Jenazah PDP Harus Dikubur Standar Covid-19
Jenazah Dikubur Standar Covid-19
Kenapa Jenazah PDP Harus Dikubur Standar Covid-19? Baca Alasan Dokter Ini!

AlamIslam.com – Karena sangat menular ketika ada pasien sakit dan dirawat tidak boleh ada yang mendampingi. Dokter dan perawat yang menangani harus dilengkapi Alat Proteksi Diri lengkap. Ini artinya sekujur tubuhnya harus dilindungi baju Hazmat sehingga virus tidak bisa masuk dan menempel di tubuh atau pakaian, mulut dan hidung harus dilengkapi masker sehingga virus tidak terhirup saat bernafas, mata juga harus menggunakan kacamata kedap udara sehingga virus tidak menyelinap dan masuk lewat mata.

Pada 80% kasus memang gejalanya bisa ringan, tapi pada 20% kasus perlu perawatan, dan pada sekitar 5% gejalanya bisa berat dan bisa menimbulkan kematian.
Kalau meninggal karena (terkait) COVID19, mayat masih bisa menjadi sumber penularan. Sehingga harus dibungkus oleh kantong kedap udara dan tidak boleh dibuka. Setelah itu kantong mayat harus di sterilisasi dan harus dikirimkan oleh petugas khusus untuk langsung dikremasi atau dikuburkan. Tempat penguburan pun harus jauh dari sumber air atau pemukiman penduduk. Petugas yang mengurus pemakaman pun harus mengenakan APD lengkap seperti dokter dan perawat yang menangani.
Prosedurnya relatif sama untuk setiap negara. Karena risiko menularkan tinggi penguburan sebaiknya tidak melibatkan banyak orang. Di beberapa negara bahkan acara penguburan yang melibatkan banyak orang sudah dilarang karena potensi penularan penyakit yang tinggi.
Melalui tulisan saya bukan mau menakuti-nakuti, saya hanya mau menyampaikan kenyataan yang ada. Kami sebagai tenaga kesehatan harus mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah agar penyakit ini tidak semakin menyebar.
Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang belum terkonfirmasi COVID19 harus dianggap positif dan prosedur pemakamannya mengikuti prosedur pemakaman untuk pasien COVID19. Jadi mohon keluarga bisa paham. Kalau misalnya ada PDP yang meninggal dipaksa dibawa pulang keluarga, dibuka kantong mayatnya, dimandikan, dicium oleh keluarga, lalu dimakamkan rame-rame maka penyakit yang diderita bisa jadi menular ke banyak orang.
Karena tragisnya COVID19 ini, ayo jangan anggap remeh penyakitnya. Cegah penularan nya dengan menjaga diri dan keluarga sebaik-baiknya. Jangan keluar rumah kalau tidak perlu. Hindari keramaian, jangan kumpul-kumpul dulu karena penyakit ini bisa ditularkan oleh orang yang tidak bergejala. Sering cuci tangan. Jangan salaman dulu. Jaga kesehatan dengan konsumsi makanan yang bergizi, olahraga di rumah, berjemur. Kalau misalnya ada yang meninggal karena penyakit ini ikuti peraturan yang ada karena itu dibuat untuk melindungi kita semua.
Judul: PENYAKIT INI MEMANG BEDA.
SEJAK SAAT SAKIT HINGGA PEMAKAMANNYA.
Penulis: (dr. Erta Priadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.