Kegelapan Virus Corona: Antara Kredibilitas dan Otoritas

1 min read

1. WHO mengumumkan 11/02 bahwa virus corona wuhan memiliki nama baru yaitu COVID 19. Singkatan dari *CO*rona *V*irus dengan *ID*entitas muncul tahun 20*19*.
2. WHO meminta seluruh negara di dunia menjadikan COVID 19 sebagai musuh utama negara no.1 (public enemy number one).
3. Ketika WHO memberi nama baru, otoritas China juga mengumumkan metode baru yang membuat angka warga yang terinjeksi COVID 19 berubah drastis.
4. Kemarin 12/02, Mereka yang terdeteksi COVID 19 bertambah menjadi 14.840 kasus di propinsi Hubei dalam sehari sehingga total warga negara China menjadi 58,805 kasus COVID 19.
5. Angka kematian pun tiba-tiba bertambah 242 kematian dalam satu hari sehingga total korban jiwa COVID 19 adalah 1,367.
6. Kenaikan tajam tersebut mengindikasikan betapa sulitnya para petugas medis China untuk mengukur luasnya virus corona khususnya di pusat epicentrumnya di Wuhan dimana ribuan orang sakit tanpa di tes atas sakitnya.
7. Dihadapkan dengan banyaknya orang memiliki gejala serupa dan tidak mudahnya untuk menguji mereka membuat otoritas China mengubah cara bagaimana COVID 19 diidentifikasi.
8. Rumah sakit di Wuhan, kota terbesar di propinsi Hubei dan pusat epicentrum bencana harus berjuang dengan test yang kompleks dan susah untuk mendeteksi tanda genetik virus secara langsung, termasuk Indonesia memiliki isu yang sama sebenarnya, yaitu sulitnya mendeteksi tanda genetik virus dari si pasien.
9. Akhirnya, otoritas China memutuskan mengubah metode dengan melakukan diagnosa menggunakan rontgen paru (lung scans) daripada mencari tanda genetik virusnya (virus genetic signature).
10. Metode baru tersebut mempermudah pasien untuk segera mendapat pengobatan dan membuat otoritas dengan cepat memutuskan bagaimana alokasi sumber daya ditempatkan, kata petugas medis Hubei.
11. Pertanyaan muncul kemudian, apakah otoritas medis disana telah memiliki perlengkapan yang cukup.
12. Ahli lain mengkritik bahwa metode lung scan tidak sempurna untuk mendeteksi keberadaan COVID 19 karena pasien biasa dengan flu musiman dapat terlihat gangguan paru dalam lung scans.
13. Banyak media baik didalam maupun luar China mengkritik informasi otoritas china tidak lengkap.
14. Tidak seperti MERS dan SARS, COVID 19 ini adalah virus yang sangat mudah menular namun tidak cukup tinggi untuk menyebabkan kematian.
15. Ini yang menyebabkan Dr Tedros, Managing Directure WHO menyatakan bahwa epidemik COVID 19 seperti puncak gunung es, cakupan luasnya virus ini terletak di bawah laut yang tidak diketahui seberapa besar dari puncaknya.
16. Jika begitu adanya, publik harus diberi edukasi bahwa informasi COVID 19 berada di wilayah gelap sehingga kita tidak dapat memprediksi bagaimana tindak lanjutnya kemudian.
17. Kita semua berharap penyebaran COVID 19 ini mereda dan kita semua berharap COVID 19 tidak menambah berat kinerja ekonomi dunia yang dapat melahirkan krisis baru bila penyebaran virus COVID 19 tidak terkendali.
18. Sudah saatnya otoritas medis Indonesia juga berani melakukan diagnosa lung scans, bisa jadi dengan metolodogi ini kita menjadi lebih aware dan publik tidak menyepelekannya.
19. Lebih baik mencegah daripada terlanjur terpapar virus COVID 19 tersebut.
20. Kejujuran akan melahirkan kredibilitas baik bagi warga negara maupun masyarakat internasional. Saatnya lebih banyak mendengar dan mengakui kelemahan daripada membuat kegaduhan dikemudian hari.

*Kegelapan COVID 19: Antara Kredibilitas dan Otoritas*
Oleh: Achmad Nur Hidayat MPP
Pengamat Kebijakan Publik

Obat Narkotik, Haram? (Wajib Dibaca Oleh Orangtua)

Seorang anak panas tinggidirumahnya dan tiba-tiba badannyakejang. Lalu ada tetangganya yangmenasehati.“Bawalah segera anakmu itukerumah sakit. Biar dapatpengobatan!”“Tidak! Cukuplah kami bertawakalsaja disini sembari kami obatidengan...
redaksialamislam
2 min read

Pilihlah Cinta

Pada suatu hari ada seorg Ibuyg baru pulang dari pasarmelihat ada 3 orgberjanggut di halamanrumahnya.Ketiga pria itu terlihat letihdan lapar, ibu itu mengajakmereka masuk...
redaksialamislam
46 sec read

Kembalikan Anak Lelakiku!

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya:“Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!”Suamiku menjawab:“Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak...
redaksialamislam
3 min read