Hukum Parkir Liar dalam Islam

Posted on
Hukum Parkir Liar dalam Islam
Hukum Parkir Liar dalam Islam

Hukum Parkir Liar dalam Islam

AlamIslam.com – Praktek parkir liar memang sudah mewabah di Indonesia. Walaupun dilarang oleh Undang-undang negara dan dilarang oleh agama Islam karena menzalimi orang lain, tetap saja banyak yang masih menggeluti profesi tersebut. Ditambah lagi dengan sikap masyarakat yang terkesan tidak keberatan dengan praktek illegal tersebut karena hanya membayar 2000 atau 3000 saja untuk sekali parkir. Padahal dari praktek illegal tersebut, Pemda bisa kehilangan peluang pemasukan daerah hingga bermilyar rupiah. Disamping itu juga banyak uang warga yang walaupun terkesan sedikit tapi disalurkan ke pihak yang illegal yang bila dikumpulkan jadi banyak juga.  

Fatwa dari MUI

Terkait praktek tersebut, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah menjelaskan bahwa haram hukumnya memberi uang kepada parkir liar. 
“Bila ada orang yang secara pribadi melakukan kegiatan kepentingan orang banyak, itu tidak boleh atau haram hukumnya karena hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah. Bila yang meminta itu hukumnya haram maka yang memberi juga haram hukumnya,” kata KH Zaini Naim yang menjabat sebagai Ketua MUI Samarinda, Kalimantan Timur, pada Jumat (26/2/2016) lalu.

Komentar warganet

Sejumlah warganet memberi reaksi atas semakin maraknya parkir liar di beberapa daerah di Indonesia.
“Saya penasaran sejak kapan ada budaya parkir di Indonesia, khususnya parkir liar. Kendaraan yang kita berhentikan dijalan raya tidak lebih dari 5 menit, karena hal yang kita cari tidak ada, kendaraan kita pun ada yang menunggu, tapi kita tetap harus membayar sejumlah uang? 
Sebagai gambaran saya pernah ke Thailand, dan disana tidak ada tuh yang namanya tukang parkir di jalanan, di pasar, ditempat ramai atau seperti tempat wisata. Kalau di mall saya lupa harus bayar parkir atau tidak,” tulis Imam Adi Hermawan di facebook.
“Jgn coba coba parkir liar karena ada undang-undang tentang parkir liar. KECUALI TDK ADA UU TENTANG PARKIR LIAR,” ungkap Hatta Armahdi.