Hukum Memblokir Jalan Saat Hajatan dalam Islam

Posted on
Hukum Memblokir Jalan Saat Hajatan dalam Islam

Alam Islam – Haramkah….? Kebiasaan kita di komplek perumahan, ketika ada hajatan entah itu Walimah ‘Urs, aqiqah, ada kematian, deelel.. Biasanya jalan depan rumah terpakai buat tenda, sehingga jalur depan rumah tak bisa dilewati sehari atau dua hari sesuai kebutuhan acara tsb.

Ada yg mengatakan ini haram, karena Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyempitkan sebuah rumah atau memutus sebuah jalan, maka tidak ada jihad baginya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Apakah setakat hadits tsb, pasang tenda langsung haram….?

1. Hadits diatas masih diperdebatkan keshahihannya, ada yg mengatakan lemah seperti Imam Ibnul Qattan, Al-Mundziri dan asy-Syaukani.

2. Andai hadits ini hasan (seperti penilaian Imam Tirmidzi), artinya hadits ini layak dijadikan hujjah, lantas haram? Perlu dibaca dengan utuh maksud hadits tsb.

Beberapa ulama menjelaskan makna memutuskan jalan itu “menyempitkan laluan sehingga menyulitkan pejalan” atau “memasang kemah dan keperluan mereka dijalan sehingga orang2 tak bisa lewat”.

Karena itu perlu dilihat, tenda tsb dipasang dijalan komplek perumahan atau dijalan raya?
Kalau dijalan raya, yg semua jenis kenderaan lewat disitu, sangat layak dikatakan haram, karena yg mengganggu kepentingan umum.

Tetapi kalau jalan itu jalan dalam komplek perumahan, tentu tidak layak dikatakan langsung haram, karena:

~ Biasanya ditutup satu jalur atau gang, tapi diberikan alternatif gang lainnya, yg mungkin agak lebih jauh sedikit, tapi bukan tidak bisa lewat sama sekali.
~ Biasanya, karena yg membuat acara tetangga sendiri, pengguna jalan juga tetangga sendiri satu perumahan atau satu gang/RT, sehingga biasanya mereka saling pengertian, saling memahami, karena dilain masa tetangga yg lain jg bakal menggunakan jalan depan rumahnya ketika ada hajat.
~ Tendanyapun tidak permanen, sehingga sesama warga sudah saling ridha, bahkan tetangga sendiri yg ikut membantu pasang tenda tsb.
~ Dalam kehidupan bertentangga biasanya dlm hal ini saling memaklumi dan memahami, tdk pernah ada yg meributkannya.

Karena ada keridhaan dr pihak pengguna jalan, maka tidak bisa dikatakan tenda di komplek perumahan itu mengganggu pengguna jalan yg hukumnya haram.

Wallahu a’lam.

Penulis: Ispiraini Bin Hamdan