Hukum Hutang Piutang dalam Islam

1 min read

Hukum Hutang Piutang dalam Islam
Hukum Hutang Piutang dalam Islam

Hukum Hutang Piutang dalam Islam

AlamIslam.com – Bila berbicara soal utang, pasti banyak orang yang punya pengalaman baik meminjamkan atau meminjam uang. Kita seringkali mendengar cerita tentang dampak gagal bayar hutang seperti keributan, hilangnya persahabatan antara saudara dan teman dan lain-lain.

Piutang dapat memberikan banyak keuntungan bagi kedua belah pihak. Penyelesaian hutang merupakan tindakan yang sangat dianjurkan oleh Allah S.W.T. Penyelesaian hutang dapat mengurangi kesulitan pihak lain yang bermasalah dan dapat mempererat persaudaraan kedua belah pihak.
Pada dasarnya masalah hutang sangat erat kaitannya dengan sikap kepercayaan kita dalam mengelola pengeluaran. Sifat amanah dipandang sebagai kontrak yang membuktikan semangat untuk menolong dan tingginya keimanan seseorang untuk membantu mereka yang bermasalah.
Hukum memberi hutang adalah sunnah dan sangat dianjurkan karena orang yang memberi hutang akan mendapatkan pahala yang istimewa di sisi Allah SWT. Suatu amalan yang mulia jika tujuannya membantu meringankan beban orang yang mengalami kesusahan hidup, bukan dengan maksud untuk mengambil keuntungan para pengutang.

Hukum Hutang

Sedangkan hukum hutang berubah sesuai dengan keadaan. Jika seseorang kekurangan dan membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya, maka dia pasti berhutang. Sedangkan undang-undang utang bagi pengutang diubah sesuai dengan keadaan dalam tiga bentuk yaitu:
Pertama: Haram hukumnya jika pemberi hutang mengetahui hutang tersebut akan digunakan untuk tujuan yang dilarang seperti meminum alkohol, judi dan sebagainya.
Kedua: Makruh hukumnya jika pemberi hutang mengetahui hutang tersebut akan digunakan untuk hal-hal yang tidak menguntungkan atau untuk pamer, atau pemberi hutang mengetahui bahwa dia tak dapat melunasi hutang tersebut.
Ketiga: Wajib hukumnya jika pemberi hutang mengetahui bahwa pengutang sangat membutuhkan hutang untuk menutupi hidupnya dan keluarganya dan tak ada cara lain baginya untuk mendapatkannya kecuali dengan cara berhutang.

Tanggung jawab pemberi hutang 

Tanggung jawab pemberi hutang dalam pandangan Islam:
– Menjadikan hutang sebagai sedekah
– Memberi waktu tenggang bagi mereka yang bermasalah.
– Menagih hutang dengan akhlak yang mulia
– Berpikiran terbuka dalam menagih hutang
– Menjadikan hutang sebagai amal
Wallahu ‘alam.
(MHS)

Setiap Kita Punya 4 Istri

Seorang raja memiliki 4 orang istri. Sang raja sangat mencintai istri yg ke 4, cinta yang tergila-gila. Bahkan dia terus berupaya mendapatkan redhanya. Adapun...
redaksialamislam
1 min read

Fakta Kromosom Perempuan

Alam Islam – Ibu yg jarang diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan. Menyusui anak akan resah, tak...
redaksialamislam
45 sec read

Kisah Dua Lembar Roti

Alam Islam – Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak....
redaksialamislam
3 min read