Gawat! Mesjid di India Dibakar, 11 Tewas dan 150 Terluka

Posted on
Muslim India terancam, mesjid di dibakar, sebanyak 11 orang tewas dan 150 lainnya terluka.

AlamIslam.com New Delhi – Sebuah masjid telah dibakar di ibukota India, New Delhi. Pembakaran tersebut terjadi saat adanya aksi demonstrasi di kota itu sehingga menimbulkan korban tewas meningkat menjadi 11 orang.

Situs web India The Wire melaporkan bahwa gerombolan yang berteriak “Jai Shri Ram”, diterjemahkan menjadi “hujan es Ram”, diarak di sekitar masjid yang terbakar di daerah Ashok Nagar di ibukota pada hari Selasa.

Rekaman video yang dibagikan di media sosial menunjukkan massa memanjat ke puncak menara masjid di mana mereka berusaha memasang bendera India.

Media lokal melaporkan bahwa toko-toko di daerah itu juga menjadi sasaran amuk massa.

Polisi membatasi gerak demonstran

Polisi memasang pagar pembatas di bagian timur laut Delhi ketika muncul laporan tentang pelemparan batu dan semakin banyak bangunan dibakar.

“Saya dapat mengkonfirmasi bahwa 11 orang telah tewas dalam kekerasan itu, termasuk seorang polisi yang meninggal kemarin,” ujar Sunil Kumar, pengawas medis Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, tempat para korban disimpan, kata Al Jazeera.

Seorang pejabat lain di rumah sakit, Rajesh Kalra, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 31 orang, termasuk 10 orang lainnya terluka parah, kabar tersebut diterima sebelum hari Selasa (25/2).

“Sejak kemarin, kami telah memanggil polisi untuk memberlakukan jam malam, untuk mengirim bala bantuan,” jelas Saurabh Sharma, seorang siswa dari daerah yang dilanda kerusuhan yang membawa temannya yang terluka ke rumah sakit, ujarnya kepada media AFP.

Anil Mittal, seorang perwira polisi senior, mengatakan sekitar 150 orang terluka dalam kekerasan yang dimulai ketika Presiden AS Donald Trump tiba dalam perjalanan dua hari ke India.

“Beberapa orang yang dibawa kesini mendapat luka tembak,” kata Rajesh Kalra, pengawas medis tambahan di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, ia mengatakan hal tersebut pada hari Senin.

Kekerasan baru terjadi dan dilaporkan terjadi di daerah berpenduduk Muslim seperti Karawal Nagar, Maujpur, Bhajanpura, Vijay Park dan Yamuna Vihar, sementara batu-batu dilemparkan oleh para pelaku demo ke lingkungan Maujpur.

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengimbau warga untuk menjaga perdamaian setelah pertemuan para legislator yang baru terpilih di ibukota tersebut.

Kekurangan petugas polisi

Kejriwal mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa legislator partainya dari daerah yang terkena dampak mengatakan ada kekurangan jumlah petugas polisi untuk pengamanan.

Bentrokan meletus pada hari Minggu setelah para pendukung Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan (CAA), disahkan oleh Parlemen Desember lalu, menyerang tempat-tempat protes anti-pemerintah. CAA, dijuluki “anti-Muslim”, telah memicu protes nasional, terutama oleh Muslim.

Kekerasan dimulai sehari setelah pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) yang memerintah, Kapil Mishra, memperingatkan para pemrotes anti-CAA untuk mengakhiri aksi damai mereka di daerah Jafrabad dan Maujpur di timur laut India.

Pada hari Senin, sejumlah polisi menggunakan gas air mata dan granat asap untuk membubarkan kerumunan orang yang melempar batu.

sumber: Aljazeera