Cara Menjauhi Riba dengan Efektif dan Mudah

Posted on
Cara Menjauhi Riba dengan Efektif dan Mudah
Cara Menjauhi Riba dengan Efektif dan Mudah

Cara Menjauhi Riba dengan Efektif dan Mudah

AlamIslam.com – Saya yakin kalau ada jalan lain yang lebih mudah dari pada meminjam di bank, semua orang akan memilih itu. 

Masalah hukum riba menurut keyakinan yang saya anut (islam) sudah sangat jelas. Tapi saya tidak akan membahas dari sudut agama.
Masing-masing dari kita bisa membuka, membaca dan menghayati sendiri konsep riba dalam pandangan islam itu seperti apa. 
Terlepas dari hukum islam tentang riba, yang namanya berhutang itu pasti rasanya tidak enak, apalagi hutang yang berbunga sehingga jumlah yang harus dilunasi lebih besar dari pokok hutangnya.
Tak dapat dipungkiri hutang riba terbesar dan terlama yang biasanya dimiliki sebagian besar orang adalah KPR alias kredit Kepemilikan Rumah. 

Solusinya gimana? 

Ada tindakan preventif untuk menghindari hutang riba. Ada pula tindakan kuratif untuk bisa menyetop hutang riba ini.

Tindakan preventif itu simpel :

1. Menahan diri, kelola dorongan untuk memiliki sesuatu dengan cara instan.
2. Menabung, entah itu dalam bentuk uang atau logam mulia.
3. Mengelola aset yang dimiliki, baik harta bergerak maupun tidak, seperti tanah, kendaraan, perhiasan dll. Suatu saat ingin memiliki rumah, jual saja aset-aset ini.
4. Kembangkan dan dalami minat serta keterampilan spesifik. Tekuni, tekuni dan tekuni. Jangan salah, minat dan keterampilan spesifik bisa menjadi sumber pemasukan tambahan dan akan memudahkanmu untuk memiliki rumah. Bersabar.
5. Manfaatkan fasilitas pembiayaan rumah dari tempat bekerja. Tapi di dalami dulu ya, ada potensi riba atau tidaknya. Jika aman, ambillah walaupun tipe kecil dan lokasinya jauh dari peradaban. Gpp, yang penting punya dulu. 
6. Dahulukan yang utama. Jika niatnya ingin punya rumah, prioritaskan itu terlebih dahulu. Tahan keinginan untuk beli kendaraan, beli outfit kekinian, skincare premium atau sekedar barang-barang fashionable yang branded.
7. Berhemat. Iya apalagi coba? Sabar-sabarlah kalau dilabel pelit. Intensi yang kuat untuk mewujudkan suatu hal, perlahan tapi pasti akan mengantarkanmu menuju tujuan. Trust me.
8. Untuk kalian yang belum menikah, pilihlah pasangan yang berpotensi untuk memiliki rumah tanpa perlu berhutang. Bukan sekedar memilih yang berharta, namun gunakan intuisi apakah ia sosok pekerja keras yang mampu menghasilkan serta sosok yang dapat diandalkan ketika mengalami kesulitan, tidak menggampangkan persoalan.

Bagaimana kalau sudah terlanjur terperangkap dalam hutang riba KPR?

1. Boleh saja melakukan tindakan ekstrim, namun tetaplah mengkalkulasi cost dan benefitnya. Jual rumahnya, lunasi KPR dan sisanya jika memungkinkan dikelola supaya bisa menjadi rumah lagi. 
2. Sisa penjualan rumah dibelikan rumah lagi yang tipe kecil atau membeli kavling dan membangun rumah tumbuh, dibangun sedikit demi sedikit. Sementara itu berproses, bisa mengontrak rumah dulu.
3. Meminta bantuan keluarga/kerabat berupa dana talangan untuk melunasi KPR dan hutang dialihkan kepada keluarga/kerabat tanpa hitungan bunga. Ini bisa dilakukan dengan catatan kalian punya hubungan kekerabatan yang baik, berkualitas dan tidak memilik isu distrust/ ketidakpercayaan. Satu lagi, si kerabat ini ikhlas dan berkemampuan untuk membantu.
4. Rearrange pengeluaran, pangkas budget yang terlalu besar, mulai menabung dan susun target untuk melunasi sebagian KPR atau keseluruhan. Apa saja yang bisa dikelola? Misalnya sekolah anak, pilih yang low budget. Anggaran hiburan, belanja dan rekreasi.
5. Jual atau lepas aset-aset berharga, jika ada ya. seperti tanah, kendaraan, logam mulia, perhiasan, deposito dll untuk melunasi KPR.
6. Jika resource yang dimiliki tidak memadai dan cara-cara di atas juga tidak mungkin dilakukan, saran saya ya fokus saja pada pelunasan hutang riba KPR nya, JANGAN MENAMBAH UTANG BARU. 
Sambil terus berupaya melunasinya, yakinlah, jika kita bersungguh-sungguh ingin bebas dari riba, pertolongan niscaya datang dari arah yang tak disangka-sangka. Berdoa dan berusahalah semaksimal mungkin.
Penulis: Miranty