Benarkah Kebencian Memperburuk Masalah dan Kritik Mengatasi Masalah?

2 min read

Kebencian seringkali memperburuk masalah dan sebaliknya kritik justru dianggap bisa mengatasi masalah

Benarkah Kebencian Memperburuk Masalah 

dan Kritik Mengatasi Masalah?

AlamIslam.com – Kebencian adalah salah satu emosi yang dimiliki oleh manusia sejak lahir. Sudah “include” dengan emosi lainnya yang beragam. Secara teori, kebencian adalah emosi yang dominan dan kuat. Ia merepresentasikan ketidaksukaan dan permusuhan seorang pribadi kepada orang lain, suatu hal, suatu fenomena maupun suatu barang. Dengan adanya emosi kebencian tersebut, seseorang terdorong untuk memunculkan keinginan untuk menghindari, menghilangkan maupun menghancurkan hal yang tidak disukainya tersebut. Terkadang dalam menghadapi suatu masalah, seseorang malah sulit mencari jalan keluar bila muncul emosi ini. Kebencian seringkali memperburuk masalah dan sebaliknya kritik dianggap bisa mengatasi masalah.

Kata peneliti

Menurut salah seorang professor dari University of Michigan bernama Abigail Stewart, perasaan senang, perasaan marah, sedih dan takut adalah emosi dasar yang bisa berkembang dalam bentuk emosi positif dan negatif. Emosi positif akan diwujudkan dalam perasaan suka, senang, muncul rasa humor serta rasa ingin tahu. Sedangkan emosi negatif menghasilkan rasa benci, marah, tidak sabaran, cemburu dan cemas. Bangkitnya emosi tersebut bisa terjadi kapan saja dan di mana saja bila ada stimulus yang merangsang perasaan seseorang. Ia juga berkembang seiring berkembangnya lingkungan psikologisnya.

Begitu juga dengan ujaran kebencian, hal tersebut muncul karena ketidaksukaan seseorang atau komunitas kepada salah seorang tokoh atau pribadi yang dianggap mengusik perasaan mereka.

Beberapa tokoh yang sering dianggap oleh sebagian pengamat sebagai korban ujaran kebencian diantaranya adalah Donald Trump, Joko Widodo dan Ahok. Sebagian masyarakat mengunggah ujaran kebencian di media sosial dikarenakan mereka menganggap para tokoh tersebut sudah mengambil langkah, keputusan atau prilaku yang merugikan kehidupan mereka sehingga mereka mengekspresikannya di laman media sosial. Contohnya Donald Trump dianggap sering merugikan kehidupan para imigran, Joko Widodo dianggap gagal meroketkan ekonomi Indonesia sesuai janjinya dan Ahok dianggap seringkali berkata kasar kepada warga yang digusurnya.

Beda kebencian dan kritik

Disinilah dibutuhkan kedewasaan berpikir. Bahwa ujaran kebencian dan kritik itu jauh berbeda, walaupun terkadang dirasa mirip. Ujaran kebencian seringkali diiringi dengan kata-kata makian dan bahasa binatang. Namun kritik biasanya dengan bahasa yang lebih sopan, tegas dan logis. Ujaran kebencian untuk menjatuhkan, sedangkan kritik untuk memperbaiki. Berbeda niat walaupun terkadang nadanya sama.

Di negara-negara barat ujaran kebencian dan kritik itu sudah sama persis karena rakyat seperti diizinkan mengkritik pemerintah dengan kata kasar sekalipun, sedangkan bila di Indonesia dipastikan akan menghuni penjara bila melakukan hal yang sama.

Di Indonesia, kritik terkadang dianggap ujaran kebencian. Padahal kritik bisa menjadi sebuah penyeimbang bagi pemerintah atau tokoh dalam bersikap agar tak semena-mena. Walau tak dipungkiri kebencian kepada sejumlah tokoh negara yang kontroversial itu ada, namun itu juga karena kelakuan mereka sendiri yang merasa berkuasa seutuhnya.

Benci menambah masalah

Beda dengan kritik, kebencian yang tidak terkendali bisa menambah masalah. Bencinya rakyat kepada pemimpinnya membuat negara jalan di tempat. Bencinya sebuah organisai kepada organisasi yang lain akan memicu konflik parah di kemudian hari. Kebencian yang tidak dikendalikan itu seperti kabel terkelupas di mesin mobil DOHC, tinggal menunggu waktu terkena uap bensin dan terbakar seperti berita-berita meledaknya bus tak berkualitas yang disediakan oleh oknum yang mengeruk keuntungan semata.

Berbeda dengan ujaran kebencian, kritik harus selalu digaungkan. Bila kritik tak ada lagi, maka keadaan sebuah bangsa akan menuju jurang kehancuran. Menjadi sebuah penyeimbang, sama seperti sayap pesawat yang harusnya seimbang kiri dan kanan agar tak menukik jatuh. Perbanyak kritik dan kurangi ujaran kebencian, karena kritik adalah salah satu komponen pembangun bangsa dan penentu arah masa depan kita!

Penulis: Mirza Husni,S.Pd.I (Mantan Ketua Pembinaan Jaringan KAMMI Aceh)

Rukun, Doa dan Tatacara Sholat Gerhana Sesuai Sunnah…

Tatacara sholat gerhana  Alam Islam – Gerhana ialah salah satu kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa. Dalam Islam disyariatkan untuk melakukan solat Gerhana bisa terjadi...
redaksialamislam
2 min read

Cara Menguruskan Badan Menjelang Pernikahan

Cara menguruskan badan menjelang pernikahan dan walimahan. Alam Islam – Anda mungkin ingin terlihat sedikit ramping dibandingkan biasanya di acara walimah atau pernikahan anda....
redaksialamislam
1 min read

Makanan Sehat ala Rasulullah yang Jarang Diketahui Ummat…

makanan sehat Alam Islam – Lazimnya kita akan mengontrol kebiasaan makan menjadi teratur hanya ketika diserang penyakit. Dan lebih parahnya bila dokter hanya mengizinkan...
redaksialamislam
2 min read