Belajar Dari Ban (Perlu Dibaca)

1 min read

Alam Islam – Seorang anak memperhatikan
ayahnya yang sedang mengganti ban
mobil mereka. “Mengapa ayah mau
repot-repot mengerjakan ini dan
tidak memanggil orang bengkel saja
untuk mengerjakannya?” tanya si
bocah dengan penasaran.
Sang ayah tersenyum. “Sini, nak, kau
lihat dan perhatikan. Ada enam hal
tentang ban yang bisa kita pelajari
untuk hidup kita,” katanya sambil
menyuruh sang bocah duduk di
dekatnya. “Belajar dari ban?” Mata
sang anak membelalak. “Lebih pintar
mana ban ini daripada bu guru di
sekolah?”
Sang ayah tertawa. “Gurumu tentu
pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini
dengan segala sifat-sifatnya.
Pertama, ban selalu konsisten
bentuknya. Bundar. Apakah dia
dipasang di sepeda roda tiga, motor
balap pamanmu, atau roda pesawat
terbang yang kita naiki untuk
mengunjungi kakek-nenekmu. Ban
tak pernah berubah menjadi segi
tiga atau segi empat.”
Si bocah mulai serius. “Benar juga
ya, Yah. Terus yang kedua?”
“Kedua, ban selalu mengalami
kejadian terberat. Ketika melewati
jalan berlubang, dia dulu yang
merasakan. Saat melewati aspal
panas, dia juga yang merasakan.
Ketika ada banjir, ban juga yang
harus mengalami langsung. Bahkan
ketika ada kotoran hewan atau
bangkai hewan di jalan yang tidak
dilihat si pengemudi, siapa yang
pertama kali merasakannya?” tanya
sang ayah.
“Aku tahu, pasti ban ya, Yah?” jawab
sang bocah antusias.
“Benar sekali. Yang ketiga, ban
selalu menanggung beban terberat.
Baik ketika mobil sedang diam,
apalagi sedang berjalan. Baik ketika
mobil sedang kosong, apalagi saat
penuh penumpang dan barang.
Coba kau ingat,” ujar sang ayah. Si
bocah mengangguk.
“Yang keempat, ban tak pernah
sombong dan berat hati menolak
permintaan pihak lain. Ban selalu
senang bekerja sama. Ketika pedal
rem memerintahkannya berhenti, dia
berhenti. Ketika pedal gas
menyuruhnya lebih cepat, dia pun
taat dan melesat. Bayangkan kalau
ban tak suka kerjasama dan bekerja
sebaliknya? Saat direm malah
ngebut, dan saat digas malah
berhenti?”
“Wow, benar juga Yah,” puji sang
bocah sambil menggeser duduknya
lebih dekat kepada sang ayah.
“Nah, sifat kelima ban adalah, meski
banyak hal penting yang
dilakukannya, dia tetap rendah hati
dan tak mau menonjolkan diri. Dia
biarkan orang-orang memuji bagian
mobil lainnya, bukan dirinya.”
“Maksud ayah apa?” tanya si bocah
bingung.
“Kamu ingat waktu kita ke pameran
mobil bulan lalu?” tanya sang ayah
disambut anggukan sang bocah.
“Ingat dong, Yah, kita masuk ke
beberapa mobil kan?”
“Persis,” jawab sang ayah. “Biasanya
di show room atau pameran mobil,
pengunjung lebih mengagumi
bentuk body mobil itu, lalu ketika
mereka masuk ke dalam, yang
menerima pujian berikutnya adalah
interior mobil itu. Sofanya empuk,
AC-nya dingin, dashboardnya keren,
dll. Jarang sekali ada orang yang
memperhatikan ban apalagi sampai
memuji ban. Padahal semua
kemewahan mobil, keindahan mobil,
kehebatan mobil, tak akan berarti
apa-apa kalau bannya kempes atau
bocor.”
“Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu
lebih suka memperhatikan kursi
mobil untuk tempat mainanku.”
Sang ayah selesai mengganti
bannya, dan berdiri menatap hasil
kerjanya dengan puas. “Yang keenam
tentang ban adalah, betapa pun
bagus dan hebatnya mobil yang kau
miliki, atau sepeda yang kau punya,
atau pesawat yang kita naiki, saat
ban tak berfungsi, kita tak akan bisa
kemana-mana. Kita tak akan pernah
sampai ke tujuan.”
Sang anak mengangguk-angguk.
Sang ayah menuntaskan
penjelasannya, “Jadi saat kau besar
kelak, meski kau menghadapi banyak
masalah dibanding kawan-kawanmu,
menghadapi lumpur, aspal panas,
banjir, atau tak mendapat pujian
sebanyak kawan-kawanmu, bahkan
terus menanggung beban berat di
atas pundakmu, tetaplah kamu
konsisten dengan kebaikan yang kau
berikan, tetaplah mau bekerja sama
dengan orang lain, jangan sombong
dan merasa hebat sendiri, dan yang
terpenting, tetaplah menjadi
penggerak di manapun kau berada.
Itulah yang ayah maksud dengan
hal-hal yang bisa kita pelajari dari
ban untuk
hidup kita.”

“Masya Allah, Mbah Buyutku Jenggotnya Kemana? Teganya!”

Alam Islam, Jakarta – Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) diadakan serentak di sejumlah tempat pada Kamis (22/10).  Salah satunya perayaan di Tugu Proklamasi yang...
redaksialamislam
56 sec read

“Masya Allah, Mbah Buyutku Jenggotnya Kemana? Teganya!”

Alam Islam, Jakarta – Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) diadakan serentak di sejumlah tempat pada Kamis (22/10).  Salah satunya perayaan di Tugu Proklamasi yang...
redaksialamislam
56 sec read

“Firdaus Regency”

Penawaran property barangkali ada yang minat : ISTANA EKSKLUSIF “FIRDAUS REGENCY”. HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & ABADI. 🏠🏤🏬🏡⛺Tersedia 4 TYPE :1. Jannatun Na’i’m2....
redaksialamislam
34 sec read