Bahkan Ali Sang Sahabat Rasulullah Pun Membakar Kaum Syiah Karena Kesesatan Mereka!

2 min read

Alam Islam- Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah
rahimahullah mengatatakan
bahwa “Syi’ah itu buatan kaum
zindiq munafik, yang pada masa
‘Ali hidup, beliau telah
membakar sebagian dari mereka
dan sebagian lagi melarikan diri
dari pedang beliau,” [Minhâjus
Sunnah 1/11].
Apa yang dikatakan oleh Ibnu
Taimiyyah hendaknya sudah jelas
dan tegas bahwa Syiah sama
sekali bukan sekte (atau bagian)
dari Islam. Ibnu Taimiyyah
adalah seorang ulama besar yang
pernah dipunyai oleh sejarah
Islam. Siapa meragukan kapasitas
beliau secara keislaman dan
ilmu?
Salah satu ciri yang menonjol
dari kaum Syiah adalah mereka
sangat mengagung-agungkan Ali,
sebaliknya sangat
mendeskreditkan sahabat-
sahabat lainnya—padahal
dibandingkan dengan Abu Bakar,
Umar, dan Ustman, siapalah
orang-orang Syiah itu amalnya
terhadap Rasulullah dan Islam?
Inilah perkataan-perkataan kaum
Syiah terhadap para sahabat,
yang dinukilkan dari kitab-kitab
mereka sendiri:
1. Mereka mengatakan, bahwa
para sahabat telah murtad
sepeninggal Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam kecuali tiga
orang, yaitu: Miqdâd bin Aswad,
Abu Dzar, dan Salmân al-Fârisi.
[Raudhatun Minal Kâfi 8/245-246
oleh ulama mereka yang bernama
Al Kulini].
2. Mereka mengatakan, bahwa
para sahabat adalah orang-orang
kuffar, sesat, dan terlaknat
karena memerangi ‘Ali dan
mereka kekal di neraka. [Awâ-ilul
Maqâlât hal. 45 oleh Mufîd].
3. Ni’matullah al-Jazâ-iri al-
Mâjûsi mengatakan dalam
kitabnya, al-Anwâru Nu’mâniyyah
(2/244), “Imamiyyah mengatakan
dengan nash yang terang atas
imamahnya ‘Ali dan mereka telah
mengkafirkan para sahabat.”
4. Muhammad Bâqir al Majlîsi
mengatakan: “Aqidah kita
tentang berlepas diri (al-barâ`)
ialah: bahwa sesungguhnya kita
berlepas diri dari empat orang
berhala, yaitu: Abu Bakr, ‘Umar,
‘Utsmân, dan Mu’âwiyah. Dan
dari empat orang perempuan,
yaitu: ‘Aisyah, Hafshah, Hindun,
dan Ummul-Hakam. Dan dari
semua pendukung dan pengikut-
pengikut mereka. Sesungguhnya
mereka adalah sejelek-jelek
makhluk Allah di permukaan
bumi; dan sesungguhnya tidak
sempurna iman kepada Allah dan
Rasul-Nya dan (iman) kepada
para imam, kecuali sesudah
berlepas diri dari musuh-musuh
mereka”. [Haqqul-Yakîin, hal. 519
dalam bahasa Parsi].
5. Mereka mengatakan, bahwa
Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsmân
diadzab di neraka dengan
sekeras-keras
azab.
6. Mereka mengatakan, bahwa
Abu Bakr dan ‘Umar adalah orang
pertama yang masuk neraka
bersama Iblis.
7. Bahkan mereka mengatakan,
bahwa ‘Umar diadzab di neraka
lebih keras dari iblis. [Al-
Anwârun- Nu’mâniyyah, 1/81-82].
8. Penyusun kitab al-Anwârun-
Nu’mâniyyah (1/81-82) berkata :
“Telah datang riwayat-riwayat
yang khusus-yakni dari Syi’ah
karena ahlus Sunnah menurut
mereka adalah orang-orang
awam-, “Sesungguhnya setan
dirantai dengan tujuh puluh
rantai dari besi Jahannam, dan ia
dibawa ke mahsyar (tempat
berkumpul). Maka, setan melihat
ada seorang laki-laki di depannya
yang dibawa oleh Malaikat
Adzab, dalam keadaan di
lehernya ada seratus dua puluh
rantai dari rantairantai
Jahannam. Lalu, setan mendekat
kepadanya dan ia bertanya
(kepada orang itu): ‘Apakah
gerangan yang telah diperbuat
oleh orang celaka ini sehingga
dia diadzab lebih dariku,
padahal akulah yang
menyesatkan makhluk dan
membawa mereka kepada
kebinasaan?’ Maka, ‘Umar
menjawab pertanyaan setan itu:
“Tidak ada sesuatu pun yang aku
kerjakan selain sesungguhnya
aku telah merampas khilâfah ‘Ali
bin Abi Thâlib’.”
Kemudian si Majusi yang
bernama Ni’matullah al-Jazâ-iri
ini memberi komentar:
“Zhahirnya bahwa dia -yakni
Umar- manganggap kecil apa
yang menyebabkan dirinya
menjadi celaka dan bertambah
adzabnya, padahal dia tidak
tahu, bahwa setiap yang terjadi
di dunia ini sampai hari Kiamat
berupa kekufuran dan
kemunafikan dan berkuasanya
orang-orang yang durhaka dan
zhalim, tidak lain melainkan
disebabkan oleh perbuatannya
ini.” (Saya nukil dari kitab Mas-
alatut Taqrîb [1/366) oleh Syaikh
Nâshir al-Qifâri].
Lihatlah apa yang telah dikatakan
si Majusi ini terhadap khalifah
yang mulia ‘Umar bin Khaththâb
Radhiallahu ‘anhu. Yang
menurut keyakinan Syi’ah, bahwa
‘Umar diazab lebih pedih dan
lebih besar dari Iblis!? Demikian
juga bahwa perbuatan ‘Umar
lebih menyesatkan daripada
perbuatan Iblis!?
9. Telah berkata seorang Majusi
lainnya, asy-Syirâzi, yang mereka
namakan tanpa haq dengan
“Ayatollah”(!?): “Biarkanlah
mereka (yakni Syi’ah)
menjelaskan dengan setiap
ketegasan, sesungguhnya Abu
Bakr dan ‘Umar, keduanya tidak
pernah beriman kepada Allah
meskipun sekejap mata saja.
Biarkanlah mereka (yakni Syi’ah)
menjelaskan dengan setiap
ketegasan, sesungguhnya ‘Aisyah
seorang Khawârij, sedangkan
Khawârij adalah kafir. Biarkanlah
mereka (yakni Syi’ah)
menjelaskan dengan setiap
ketegasan, sesungguhnya
‘Utsman laknatullah dari Bani
Umayyah, dan mereka adalah
pohon yang terlaknat di dalam
Al-Qur’ân.”
Si Majusi ini sampai hari ini
masih hidup sebagai salah
seorang ulama mereka (baca:
Syi’ah Râfidhah).
(Saya nukil dengan ringkas dari
kitab Zhâhiratut-Takfîr fi
Madzhab Syi’ah (hal. 9) oleh
Syaikh ‘Abdurrahmân Muhammad
Sa’îd ad-Dimasyqiyyah).
10.Al Kulini di kitabnya, al-Kâfi, di
bagian kitab “Raudhah”
mengatakan: “Bahwa dua orang
Syaikh (yang dimaksud oleh
mereka adalah Abu Bakar dan
‘Umar) telah terpisah dari dunia
ini (yakni mati) (dalam keadaan)
tidak bertaubat dan tidak
mengingat apa yang keduanya
telah perbuat terhadap Amirul-
Mukminin (yakni ‘Ali bin Abi
Thâlib), maka atas keduanya
laknat Allah dan malaikat dan
manusia semuanya.” [Saya nukil
dari kitab Mas-alatut-Taqrîb
Baina Ahlis-Sunnah wasy-Syî’ah
(1/366) oleh Syaikh Nâshir al-
Qifâri].
11.Kemudian si Majusi yang
bernama Ni’matullah al-Jazâ-iri di
kitab al-Anwârun Nu’mâniyyah
(2/111) mengatakan: “Telah
dinukil di dalam riwayat-riwayat
pertama –yakni riwayat Syi’ah-
bahwa khalifah yang pertama –
yakni Abu Bakr- bersama dengan
Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam,
sedangkan berhala yang biasa
dia sembah pada zaman
Jahiliyyah tergantung di lehernya
tertutup oleh bajunya. Dan dia
pun sujud –yakni di dalam
shalat- sedangkan yang dia
maksudkan adalah sujud kepada
berhalanya itu sampai Nabi
Sallallahu ‘alaihi wa sallam mati,
maka barulah mereka (yakni para
sahabat di bawah pimpinan Abu
Bakr) menyatakan (secara terang-
terangan) apa yang ada di dalam
hati-hati mereka.”
Demikianlah, beberapa tuduhan
keji sekte aneh ini terhadap para
sahabat Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam yang telah
mendapatkan sanjungan dari
Allah Azza wa Jalla. Semoga kian
menyadarkan kaum muslimin
akan tipu-daya dan kebusukan
mereka. Wallahul-Hâdi [Al-Ustadz
Abdul Hakim bin Amir Abdat/
majalah as-sunnah]

Kisah Nyata: Ia Diantar Malaikat

Allah muliakan Sang Penghafal Qur’an2 minggu yg lalu Saya kontak ustadz mau minta bantuan beliau di rumah tahfidz. Beliau minta Saya dtg temuin beliau...
redaksialamislam
2 min read

Kisah Hikmah: Pilih Aku Atau Ibumu

Pagi – pagi sekali, Sarah mengetukpintu rumahibunya. Ia menggendong anaknyadan membawa satu tas besar ditangan kanannya. Dari matanya yangsembab dan merah, ibunya sudahtahu Sarahpasti...
redaksialamislam
2 min read

Kisah Inspirasi: Istiqamah Dalam Dakwah

Alam Islam – Alhamdulillah, ALLAH mengizinkan saya untuk menghadiri kegiatan Jalasah Ruhiy di Masjid Darul Ma’arif, Jalan Lembah Aren, Duren Sawit, Jakarta Timur Seperti...
redaksialamislam
3 min read