iframe data-aa="1472877" src="//ad.a-ads.com/1472877?size=728x90" scrolling="no" style="width:728px; height:90px; border:0px; padding:0; overflow:hidden" allowtransparency="true">

Ki Bagus Hadikoesoemo, Pejuang Piagam Jakarta yang Enggan Difoto

Ki Bagus Hadikoesoemo, Pejuang Piagam Jakarta yang Enggan Difoto

Ki Bagus Hadikoesoemo, Pejuang Piagam Jakarta yang Enggan Difoto


AlamIslam.com - Pecinya dikoyak peluru, tak dinyana. Senasib dengan tas yang diletakkan di tempat barang di dekat kepalanya. 

Kedua butir peluru yang ditembakkan pasukan Darul Islam di kereta jurusan Jakarta tahun 1952 itu tak sampai membunuh sang empu peci: Ki Bagus Hadikusuma. Peluru hanya menyisakan lubang di tas, dan botol minyak wangi terbelah dua. Akhir kejadian yang mengherankan, hingga Sukarno pun sempat bertanya, “Apa doanya, Kangmas?”

Ki Bagus Hadikusuma, sebut namanya. Pemuka Muhammadiyah yang juga turut membidani lahirnya republik tercinta. Lelaki bersahaja yang pernah dididik langsung oleh Kiai Ahmad Dahlan nan bersahaja. Lelaki yang teramat lurus dalam bersikap, terutama dalam menjunjung putusan ijtihad organisasi apalagi amar agama. Hanya karena menaati putusan muktamar soal keharusan tabir atau tirai bagi peserta lelaki dan perempuan, Ki Bagus tanpa sungkan membatalkan sebuah undangan ketika panitia melanggarnya. Boleh dikata, dan Ki Bagus paham, ia dianggap kolot oleh banyak mata.

Karena sikap kerasnya pula ia tanpa ragu menolak saikirei, sikap membungkuk ke arah matahari terbit (sebagai pertanda hormat pada Kaisar), sebagaimana diperintahkan penguasa kolonial Jepang. Nyawanya jadi taruhan, namun Ki Bagus bergeming: pertukarkan sendi tauhid itu pantang!
Inilah lelaki sebenarnya yang mendaku dirinya tidak pintar berdiplomasi. Ia hanya katakan apa adanya ajaran Islam nan sejati. Ia pun memilih ketika saat yang tepat buat berkata. Pertarungan dalam perumusan dasar negara, yang kelak memunculkan Piagam Jakarta. Kuat lisannya di atas podium ketika mengusulkan syariat Islam berlaku di republik tercinta. Berlaku luas, tidak hanya bagi umat Islam tapi segenap anak bangsa.

Lelaki inilah yang kokoh untuk luluh oleh derai airmata Sukarno, yang piawai menaklukkan lawan seteru. Kendati mengaku bukan politisi, Ki Bagus bukan orang lugu. Ia tahu Sukarno pintar membuat orang lain senang ceria. Tapi itu semua bukan keluar dari hati kecilnya. Ini semata taktik Sukarno untuk menghilangkan kedongkolan orang yang tidak sependapat dengannya. Meski begitu, Ki Bagus tetap berkenan menghadiri permintaan Sukarno tatkala diminta—bersama dengan Ki Hajar Dewantoro—mendampinginya. Yakni di Siti Hinggil pada prosesi pengambilan sumpah Presiden Republik Indonesia Serikat tanggal 27 Desember 1950 (sic! 1949) di ingatan masa.

Dekat dengan pemimpin diterapkan Ki Bagus di kota Muhammadiyah berdiri. Dialah tempat Sultan Hamengkubuwono IX berdiskusi. Raja Jawa yang disegani, sekaligus pejuang republik yang dihormati. Keduanya akrab berkawan. Atas usul Sultanlah, Ki Bagus selama berangkat ke Jepang (bersama Sukarno dan Bung Hatta) setia berbatik mataraman. Batik apik nan halus pemberian langsung sang Sultan. Ki Baguslah yang tanpa ragu menjemput Sultan di kraton untuk shalat Jumat saban pekan kliwon, kemudian membawanya di belakang imam, di saf depan.

Keras dalam pendirian yang diyakini tampaknya membuat Ki Bagus tidak bisa diam melihat kemungkaran. Bahkan saat ia sudah tidak lagi memegang jabatan. Rasa takutnya dalam mengemban amanah begitu kuat, baik saat enggan dipilih lagi sebagai ketua umum Muhammadiyah ataupun dari jabatan kemasyarakatan. Ia sering kepikiran soal amanah yang membeban. Hingga mengakibatkan kondisi fisiknya sering merosot perlahan.

Sikap kerasnya yang banyak disalahpahami sesungguhnya sebuah perenungan mendalam Ki Bagus. Soal-soal berkaitan jiwa, akhlak, sabar dan tawakal dituliskan Ki Bagus dalam karyanya yang terbilang laris masa itu: “Pustaka Ihsan”. Pilihan untuk tidak populer dalam kenangan satu contoh. Ia enggan untuk difoto.

“Aku tidak suka orang melihat-lihat gambarku sesudah aku mati. Sesudah aku mati kelak, biarlah orang melupakan aku. Dan memang tak ada gunanya diingat lagi karena sudah menghadap Allah dengan segala amal perbuatanku, yang baik maupun yang tidak,” tuturnya.

Meski Ki Bagus tak hendak generasi berikutnya mengingat, hari ini etos dan jejak perjuangannya amat sayang untuk diabaikan. Terlebih di era ketika banyak orang mempahlawankan diri atau mempahlawankan orang yang sebetulnya tidak (belum) pantas. 

Segenap legasi almarhum di banyak amal, semoga bisa menjadi penawar dahaga bagi generasi muda, khususnya generasi Muslim, atas teladan sosok yang juga pernah bersentuhan dengan karya pemikiran Sayyid Qutb di Mesir sana. 


Penulis: Yusuf Maulana

Nama

artikel,171,cerpen,1,foto,2,internasional,93,kisah,50,konsultasi,2,kultum,28,nasional,151,opini,72,sejarah,24,video,11,
ltr
item
ALAMISLAM.COM: Ki Bagus Hadikoesoemo, Pejuang Piagam Jakarta yang Enggan Difoto
Ki Bagus Hadikoesoemo, Pejuang Piagam Jakarta yang Enggan Difoto
Ki Bagus Hadikoesoemo, Pejuang Piagam Jakarta yang Enggan Difoto
https://1.bp.blogspot.com/-V9kg1FaBAhk/Xy7RQ6FVL2I/AAAAAAAACuU/JeAYi88YH1w1G623S6gSWeGoVHTMTGQEACNcBGAsYHQ/d/ki-bagus-hadikusumo.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-V9kg1FaBAhk/Xy7RQ6FVL2I/AAAAAAAACuU/JeAYi88YH1w1G623S6gSWeGoVHTMTGQEACNcBGAsYHQ/s72-c-d/ki-bagus-hadikusumo.jpg
ALAMISLAM.COM
https://www.alamislam.com/2020/08/ki-bagus-hadikoesoemo-pejuang-piagam.html
https://www.alamislam.com/
https://www.alamislam.com/
https://www.alamislam.com/2020/08/ki-bagus-hadikoesoemo-pejuang-piagam.html
true
4345512471650341497
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy