iframe data-aa="1472877" src="//ad.a-ads.com/1472877?size=728x90" scrolling="no" style="width:728px; height:90px; border:0px; padding:0; overflow:hidden" allowtransparency="true">

Gak Cukup Bukti, MUI Minta Pemerintah Jokowi Segera Buka Blokir Situs Islam

Alam Islam, Jakarta – Pemerintah Jokowi dalam hal ini Kemenkominfo dan BNPT yang memblokir sejumlah media Islam online, sampai berita in...

Alam Islam, Jakarta – Pemerintah Jokowi dalam hal ini
Kemenkominfo dan BNPT yang
memblokir sejumlah media Islam
online, sampai berita ini ditulis
tidak bisa menunjukkan berita dan
artikel mana yang dituduh salah
atau mengandung muatan radikal
versi pemerintah sehingga harus
diblokir.
Hingga Selasa (7/4/2015) pada
pertemuan 10 media Islam online
yang diblokir dengan pihak
Kemenkominfo tidak satupun
aparat pemerintah baik itu
Kementrian Polhukam, Kementrian
Kominfo, apalagi BNPT yang bisa
menunjukkan berita yang mana
yang dianggap sebagai radikal
sehingga membahayakan NKRI dan
seterusnya.
Untuk itu Ketua bidang Infokom
MUI Pusat Dr. S. Sinansari Ecip
menuntut pemerintah
merehabilitasi nama sejumlah
media Islam online yang tercemar
akaibat pemblokiran dan dituduh
radikal.
“Saya menuntut direhabilitasi,”
katanya di Kantor Kemkominfo
Jakarta, Selasa (7/4/2015) .
Menurutnya kalau media Islam ini
ada kesalahan tunjukkan salahnya.
Ecip menilai pemerintah kurang
hati-hati dalam pemblokiran media
Islam ini, dan sampai sekarang
tidak menunjukkan apa yang salah,
apa yang radikal berita mana yang
dianggap berbahaya.
Dia juga meminta pemerintah
bersikap hati-hati menindak itu,
“Karena menyematkan kata radikal
itu sudah menghukum,” jelasnya.
Pernyataan resmi MUI
Sebelumnya MUI pusat juga telah
menhgelyarkan siaran pers terkait
pemblokiran media Islam online.
Berikut pernyataan resmi MUI.
Mengamati perkembangan situasi
yang bergejolak di masyarakat
belakangan ini terkait tindakan
Pemerintah memblokir sejumlah
situs media Islam, dengan ini
Komisi Komunikasi dan Informasi
Majelis Ulama Indonesia (Komisi
Kominfo MUI) memberikan
pernyataan resmi kepada
masyarakat melalui siaran pers ini,
sebagai berikut:
1. Majelis Ulama Indonesia
(MUI) menilai, pemblokiran
situs-situs media Islam harus
tetap mengacu pada
kebebasan berpendapat
sebagaimana diamanatkan
dalam Pancasila dan Undang-
Undang Dasar 1945.
2. Dalam era informasi
sekarang, Pemerintah harus
berhati-hati dalam
menyimpulkan dan
menetapkan suatu keputusan
yang berdampak luas bagi
masyarakat, apalagi yang
terkait dengan situs-situs
keagamaan karena
menyangkut kepentingan
umat beragama yang luas.
3. Pemblokiran situs-situs
media Islam ternyata telah
menimbulkan reaksi yang
begitu masif dan serentak
dari umat Islam,
sebagaimana kita lihat di
media massa. Hal itu dapat
kita pahami karena umat
Islam sangat
mengkhawatirkan akan
munculnya kembali gerakan
phobia pada Islam.
4. Apabila ternyata pemblokiran
terhadap situs-situs media
Islam tersebut telah salah
dilakukan oleh Pemerintah,
maka sudah seharusnya
Pemerintah melakukan
rehabilitasi nama baik situs-
situs media tersebut. Nama
baik situs-situs media Islam
tersebut telah ternodai
karena terlanjur dikait-
kaitkan dengan gerakan
kekerasan, radikalisme, dan
terorisme.
5. Pada masa yang akan datang,
pemblokiran situs-situs
media Islam hendaknya
dilakukan secara hati-hati
dengan melibatkan MUI,
Kementerian Agama, dan
ormas-ormas Islam, sehingga
keputusannya benar-benar
kredibel, tidak mendatangkan
kerugian bagi media yang
bersangkutan, dan tidak
menimbulkan keresahan di
kalangan masyarakat.
6. Setelah ini, MUI masih akan
terus melakukan pendalaman
dan pengkajian kembali atas
kasus pemblokiran situs-situs
media Islam ini dengan
mengundang pihak-pihak
terkait, mulai dari
Kementerian Komunikasi dan
Informasi, Badan Nasional
Penanggulangan Terorisme
(BNPT), serta para pengelola
situs-situs media yang
diblokir.
7. Akhirnya, MUI hendak
mengingatkan bahwa tugas
Pemerintah adalah
memberikan bimbingan dan
melakukan pembinaan
terhadap situs-situs media
massa yang mulai tumbuh
dan berkembang di Tanah
Air, agar mereka dapat turut
serta memberikan andil
dalam pendidikan yang baik
kepada masyarakat.
Demikian keterangan yang dapat
kami sampaikan kepada masyarakat
dengan diiringi harapan semoga
peristiwa pemblokiran terhadap
situs-situs media Islam tidak
terjadi lagi di masa-masa yang
akan datang, sehingga Indonesia
akan tetap dikenal sebagai negeri
di mana kebebasan berpendapat
sangat dihormati, dan Islam
menjadi agama yang rahmatan lil
‘alamin.
Jakarta, 31 Maret 2015/10 Jumadis
Tsani 1436
Ketua MUI Bidang Informasi dan
Komunikasi
Dr. Sinansari Ecip
(azmuttaqin)

Nama

artikel,171,cerpen,1,foto,2,internasional,93,kisah,50,konsultasi,2,kultum,28,nasional,151,opini,72,sejarah,24,video,11,
ltr
item
ALAMISLAM.COM: Gak Cukup Bukti, MUI Minta Pemerintah Jokowi Segera Buka Blokir Situs Islam
Gak Cukup Bukti, MUI Minta Pemerintah Jokowi Segera Buka Blokir Situs Islam
https://lh6.googleusercontent.com/-2fQoUell-Pg/VSZwa8hUPYI/AAAAAAAAAFw/1qWYNLzj3xA/s350/1428539503849.jpeg
https://lh6.googleusercontent.com/-2fQoUell-Pg/VSZwa8hUPYI/AAAAAAAAAFw/1qWYNLzj3xA/s72-c/1428539503849.jpeg
ALAMISLAM.COM
https://www.alamislam.com/2015/04/gak-cukup-bukti-mui-minta-pemerintah.html
https://www.alamislam.com/
https://www.alamislam.com/
https://www.alamislam.com/2015/04/gak-cukup-bukti-mui-minta-pemerintah.html
true
4345512471650341497
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy