opini

Waduh… Penerbit Islami Ini Tertangkap Basah Luncurkan Buku Tanpa Izin Penulis!

Penerbit buku islami Mitra Bocah Muslim ternyata terbitkan buku anak tanpa izin penulisnya

Alam Islam – Seminggu berlalu sejak saya ‘menangkap basah’ penerbit yang nerbitin naskah saya, ANGSA KRISTAL, 2 tahun lalu, tanpa konfirmasi dengan saya, penulisnya.

Lewat telepon dan email,saya sudah bicara baik-baik dengan Bapak Nurudien, direktur penerbit Mitra Bocah Muslim (MBM), imprint dari penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta, yang nerbitin buku Kumcer Anak tersebut.

Di telepon saya dijanjikan akan segera dikirimkan hak saya, yaitu honor dan buku bukti terbit. Tapi, surat saya untuknya yang di email tak pernah dijawab.

Namun, hingga saya menulis status ini di sini, belum ada realisasi dari Bapak Nurudien sama sekali. Kepada Bapak Nurudien yang budiman, saya sudah sangat bersabar selama hampir 2 tahun dibohongi oleh Anda. Hanya karena campur tangan Tuhan lewat seorang teman di Yogyakarta, akhirnya saya dapatkan ‘kebenaran’ itu.

Bayangkan, sebagai penulis, saya merasa diabaikan hak saya, karena Anda menerbitkan naskah saya tanpa seizin saya. Tanpa Surat Perjanjian Penerbitan, tanpa konfirmasi, dengan enaknya Anda menerbitkan karya saya dan mengedarkannya ke toko-toko buku.

Andai saya tak diberitahu oleh seorang teman tentang terbitnya buku ANGSA KRISTAL karya saya itu, mungkin sampai 10 tahun pun saya tak akan pernah tahu bahwa naskah yang saya kirimkan ke penerbit Anda telah terbit dan beredar luas. Dan saya sebagai penulisnya, pemilik hak cipta utama atas buku tersebut, hanya bisa gigit jari. Sedangkan Anda dan penerbit MBM akan menari-nari menerima pemasukan dari penjualan buku saya di atas penderitaan saya, penulisnya.

Oke, saya hanya penulis biasa, manusia biasa, orang yang awam tentang hukum, hanya bisa berharap Anda dan penerbit MBM masih memiliki hati nurani untuk menyelesaikan masalah ini. Ingat, Pak, waktu 2 tahun bukan waktu yang pendek menahan kesabaran.

Hati saya memang seluas samudera. Mau memaafkan orang yang jelas-jelas telah mengabaikan hak saya sebagai penulis. Sebagai sesana muslim, kita mungkin lebih baik berdamai dan tetap mengikat tali silahturahmi.

Tapi, mungkin Anda belum lupa sebuah hadist yang mengatakan “berilah upah pada buruh/pekerjamu, sebelum kering keringatnya”. Ironisnya, keringat saya sudah ‘mengering’ tapi hak saya sebagai penulis belum dipenuhi oleh Anda.

Judul: Surat Terbuka Untuk Direktur Penerbit Mitra Bocah Muslim
Penulis: Purwandi Darsian
Sumber 

Tinggalkan Balasan