nasional

Waduh! Kasus Bu Saeni Bikin Pedagang Lain Buka Siang Biar Dapat Uang Ratusan Juta

Kasus Bu Saeni bikin pedagang Kota Serang ikut buka warung saat siang agar dirazia Satpol PP dan dapat uang ratusan juta
Bu Saeni dan uang bantuan ratusan juta

Alam Islam Serang – Di kalangan masyarakat Banten beredar isu bahwa pedagang makanan di sekitar Kota Serang ikut membuka warung saat siang hari walaupun melanggar aturan Perda Kota Serang. Hal tersebut dilakukan agar pedagang tersebut dirazia Satpol PP dan mendapat uang bantuan ratusan juta seperti yang dialami Ibu Saenih.

Seperti dilansir Antiliberalnews, pernyataan tersebut dilontarkan oleh pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Jihad Serang, Ustad Muhammad Nasehuddin kepada media pada Selasa (14/06).

“Kami udah melakukan koordinasi dengan Satpol PP. Tadi sempat juga ada pemilik warung yang kedapatan buka pada siang hari. Hari ini kita tegur saja sebagai warning, tapi besok-besok akan kami tindak dengan tegas,” ujar Nasehudin saat diwawancarai wartawan anggota JITU (Jurnalis Islam Bersatu) di Masjid Agung Ats-Tsaurah, Kota Serang.

Ia mengatakan kemarin sejumlah elemen umat Islam telah beraudiensi dengan Pemkot Serang. Pertemuan tersebut bertujuan untuk bersilaturahim dan tetap mendorong Pemkot Serang agar komitmen dalam mempertahankan Perda No 2 Tahun 2010 Tentang Penyakit Masyarakat.

Tentang insiden penyitaan dagangan Bu Saenih pada Rabu (08/06) lalu, Satpol PP mengatakan sengaja menyita dagangan sebagai barang bukti. Karena bila hanya diperingatkan saja, saat petugas Satpol PP pergi para pemilik warung akan kembali berjualan.

“Karena itu dagangannya disita dan sementara diamankan Satpol PP. Nanti sore pemilik ditunggu kedatangannya. Namun Bu Enih gak datang. Satpol PP sudah menunggu, silahkan kalau mau untuk dijual kembali,” kata Nasehudin.

Pemkot Serang mengaku bahwa tindakan penyitaan memang tidak tercantum di Perda, namun itu merupakan inisiatif Satpol PP selaku yang berwenang.

Saat ini, menurutnya, Bu Enih berani membuka warung makannya kembali pada siang hari karena banyak yang mendukung, apalagi ketika muncul seruan beberapa pihak untuk menghormati orang yang tidak berpuasa. Padahal, lanjutnya, puasa bukan hanya menahan diri saja namun juga menahan orang lain supaya tidak mengganggu hak orang lain.

Ia menegaskan bahwa Serang bernuansa relijius dan memiliki akar historis yang sangat kuat sejak otonomi daerah diberlakukan di daerah tersebut. Kota Serang dipimpin oleh Bunyamin yang terkenal sangat religius karena berasal dari kalangan santri.

“Saat itu beliau mengumpulkan para ulama untuk memberikan masukan terkait visi misi Kota Serang, sehingga dikenal sebagai Kota Madani,” jelasnya.

Ia mengharapkan Kota Serang bisa menjadi seperti Madinah, baik sistem ekonominya, politik dan pemerintahan yang berpegang teguh pada nilai Islam.

Tinggalkan Balasan