artikel

Tren Mahar Hafalan Al-Quran, Yang Penting Tidak Memberatkan

mahar nikah hafalan Quran tapi jangan memberatkan
ilustrasi

Alam Islam – Mahar hafalan Al-Quran, bukankah yang terpenting adalah tidak memberatkan. Saya teringat sekitar beberapa bulan kemarin saat sedang “menumpang” shalat dhuha di sebuah masjid yang lumayan terkenal di kota bandung, ternyata di lantai 1 sedang berlangsung prosesi aqad nikah. Awalnya saya dan jamaah masjid yang sedang berada di lantai 2 masjid kebanyakan sih tidak tertarik utk melihat prosesi aqad tsb.

Namun saat mendengar bahwa mahar yang diberikan adalah hafalan surah ar-Rahman, beberapa org mulai tertarik dan mendekat.
Beberapa lainnya tetap tidak merasa perlu utk melihat.

Tapi sayangnya…. Sang mempelai lelaki entah karena grogi atau bagaimana, hanya lancar menyetor hafalan nya di halaman awal surah Ar-Rahman saja. Selanjutnya sudah mulai tersendat sendat. Apalagi ayat “fabiayyi aala irabbikuma tukadziban” semakin berulang ulang ditemui, maka semakin terpatah-patah lah setoran sang ihwan tsb.

Otomatis nyaris seluruh jamaah masjid yg tadinya cuek pun jadi ikut berkerumun menyaksikan. Dan sungguh saya merasa sangaaaat kasihan melihat bagaimana nervous nya mempelai pria tsb saat menuntaskan hafalan nya .

Mempelai wanita pun tak kalah nervous nya. Kepala nya semakin menunduk terhujam kebawah. Dengan jari saling meremas.
Akhirnya MC mempersilahkan salah seorang ikhwan (entah teman atau guru tahfidz dari mempelai pria) untuk membantu calon pengantin pria ini menyelesaikan hafalan nya.

Lumayan setelah dibantu dengan mengucapkan awal setiap ayat berikutnya, setoran hafalan bisa kembali dilanjutkan. Hadirin mulai sedikit bernafas lega. Namun, lagi lagi saat tiba di sekitar 5baris terakhir, sang ikhwan terdiam, walau sudah dibantu ayat pertama oleh teman/guru nya, namun beliau tetap tidak bisa melanjutkan, seperti yang benar-benar blank. Allahumma….

Sungguh kasihaaaaan dan sediiiih banget melihat situasi ini.
Akhirnya dengan susah payah beliau pun selesai menyetorkan hafalan nya. Dan kami yang ikut tegang pun akhirnya bisa menarik nafas lega.
Hfff…..
Barakallahulaka wabaraka alaikuma….

Memang menikah dengan mahar sebuah hafalan surah, hadits dan kitab2 lain nya adalah suatu yang sangat diidamkan oleh setiap muslimah. Siapa sih yg tidak klepek klepek jika diberi mahar sebuah hafalan surah apalagi jika maharnya hafalan 30juz Alquran (seperti maharnya Ghaitsa, putrinya Aa’ Gym kemarin). Duhhh kami yang melihat aja jadi ikut merasa so swiiit dan klepek klepek.
Namun…marilah kita kembali ke esensi mahar yang di syariatkan, yaitu jangan memberatkan.

Note: Terkait hukum mahar yg lebih detail, jangan tanya saya ya, saya bukan ahli nya, hehe.

Penulis: Popi Fadliani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *