tahlil yasinan orang meninggal
berita

Tahlil dan Yasinan Rumah Duka Ini Dibantu Warga

Disini Desa Pisang Labuhan Haji Aceh Selatan, acara tahlil dan zikir yasinan di rumah duka tak usah memikirkan asap di dapur lagi karena ketika ada yang meninggal warga setempat dengan sigap agan mengantarkan rantang untuk rumah duka. 7 rantang di pagi, 7 rantang di siang, dan 7 s/d 12 rantang untuk makan malam keluarga yang lagi berduka. Serta masyarakat sudah tau mana gilirannya untuk mengantarkan rantang di acara tahlil dan zikir yasinan.

Menunya pun begitu luar biasa, mulai dari ayam goreng, bebek, ikan, sambal, serta kuah berbagai ragam isi rantangnya. Keluarga hanya di fokuskan untuk menerima tamu saja dan dapur bisa berasap kembali di hari ke 5 atau 7 hari setelah jenazah di kebumikan.

Termasuk dalam bentuk ta’ziyah adalah membuatkan makanan untuk keluarga yang terkena musibah. Ini sangat dianjurkan untuk menghibur mereka, sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎اصْنَعُوا لآلِ جَعْفَر طَعَاماً فَقَدْ أَتَاهُمْ أَمْر يشغلهُمْ -أو أتاهم ما يشغلهم-

“Buatkan makanan untuk keluarga Ja’far, karena mereka sedang tertimpa (musibah) yang menyibukkan mereka.“ (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah. Hadist ini dihasankan oleh Syekh al-Albani di dalam Shahih Ibnu Majah no. 1316)

Sunnah yang terlupakan dan ditinggalkan banyak orang.

Penulis: Fakhrizan Mahyeddin

Budaya tahlil dan yasinan yang mengharukan tersebut mendapat komentar dari sejumlah warganet.

“Aku pernah takziah di suatu daerah, jenazah masih di dpn rumah para pelayat sdh di suguhkan makan besar dan di makan di depan jenazah yg blm di makamkan. Tiba2 sy dan anak istri mendadak jadi aneh krn satu2nya yg tdk mau makan dan di paksa2 sampai bbrp kali. Herann,” ujar warganet bernama Ahmad Sidiq di lama facebooknya.

“Mirisnya d Serang, bbrpa ada yg men sholatkan jenazah pun pke amplop. Yg berduka selain memikirkan kesedihan dan jamuan tamu pelayat hrus memikirkan ampop untuk org2 yg men sholatkan…,” tulis Wahyuni Damayanti.

“Tempat saya juga gitu, ga boleh ada asap ngepul d tempat yg berduka, jd masak di sebelah tempat tetangga. Tp ya tetep pake duit keluarga yg berduka. Hiks…,” sebut Finna Ismaya Ummu Khansa.

“Ya di Jawa jg rata2 bawa beras.. cm pasti deh ahlul bait yg kena musibah psti disibukkan dg memasak.. tetangga berdatangan unt bantu2 masak buat tamu&thlil malam hari,” ungkap Khadijah Hajar.

“Di kmpung sy bw beras jg…tp memng tidk d perbolehkn ada yg masak memasak ddpur slma mayit msih d atas rumh….setelh mayit d kuburkn bru boleh,” jelas Gocellae Widia.

“Ditempatku malah beda.. kalau yg meninggal orang dewasa minimal potong lembu.. kalau anak anak minimal potong kambing..
dan semua warga pada makan di tempat orang yg meninggal..,” jelas Batam Bagstore.

“Kalo di pulau jawa beda lagi, apalagi di cikarang, 7malam ngadain tahlil, semua bahan baku makanan dan buah²an serta rokok dan koi, di sediakan oleh si pemilik rumah yg tertimpa musibah. Dalam waktu 7hari lebih dari 7jt buat menyuguhkan tamu yg mendoakan. Datang pun di undang terlebih dahulu “nanti abis isya ke rumah saya ya, sedekah xxx almarhum”. Bahkan ada yg udah di undang pun tidak datang.,” ujar Euchaliptus Januari.

“Sama seperti di tmptku cirebon, memang tetangga2 ada yg bawa beras 2-3kg trs c yg berduka hri itu juga masak dan menyiapkan amplop buat orang yg gali kubur, trs 3-7 hri ngadain tahlil, nnti 40hri,100hri dan 1thn.,” seru Juju Henna Art.

“Alhamdulillah klu kmi di Singkil Aceh, kain kafan pun disediakan masyarakat, rantangan, mulai dari pagi, siang dan sore diantar langsung oleh masyarakat sesuai gilirannya.,” jelas Leo Nasution.

 

Tinggalkan Balasan