nasional

Sebut “Allah Bukan Orang Arab”, Aktifis JIL Ini Terancam Dipenjara

Penistaan agama Islam Ade Armando terancam dipenjara
Praktisi komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando

Alam Islam Jakarta – Aktifis Jaringan Islam Liberal sekaligus praktisi komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (23/6) pukul 10.00 WIB dengan tuduhan bahwa melakukan penistaan terhadap agama Islam melalui media sosial Facebook.

“Yang melaporkan saya itu Johan Khan (karyawan CT Corp) pada 23 Mei 2015. Ia menganggap saya menistakan Islam karena dalam status FB saya (20 Mei 2015) saya menulis; Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat Al-Quran dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues,…,” ujar Ade Armando dalam akunnya Facebooknya seperti dilansir Vivanews pada Rabu (22/6).

Menurutnya, status tersebut ia buat untuk mendukung gagasan Menteri Agama dalam rencana menyelenggarakan festival baca Al-Quran dengan langgam (irama) Nusantara. Kemudian, lanjutnya, pihak tersebut menggugatnya dan menyerangnya di media sosial dengan tuduhan telah menyamakan Tuhan dengan makhluk-Nya.

“Saya udah jelas bilang, “Tuhan bukanlah orang Arab”. Kok, kesimpulan jadi saya menyamakan Tuhan dengan manusia?,” tanya Ade dalam penjelasannya.

Ia mengatakan, pasal yang digunakan untuk melawan perkataanya tersebut dari pasal 28(2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik atau pasal 156A KUHP. Penggunaan pasal, menurutnya, justru membingungkannya.

“Pasal 28(2) UU ITE itu bicara tentang penyebaran kebencian atau permusuhan dengan dasar SARA. Loh kok SARA? Tapi terlepas dari kebingungan tersebut, saya akan datang ke Polda Jaya,” jelas Ade.

One Reply to “Sebut “Allah Bukan Orang Arab”, Aktifis JIL Ini Terancam Dipenjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *