opini

Sebuah Analisa Tentang Raja Salman Bin Abdul Aziz

 

Raja Salman


Alam Islam – Inilah sebuah analisa tentang Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud King Of Saudi:

1) Raja Salman naik tahta menjadi penguasa Saudi Arabia menggantikan saudaranya Raja Abdullah Bin Abdul Aziz Al Saud yang wafat pada Jumat pagi 23 Januari 2015.

2) Pelantikan Raja Salman membawa harapan baru bagi dunia islam, karena selama ini kebijakan dua tokoh besar tersebut berbeda dalam memandang persoalan-persoalan dunia dan islam.

3) Benar saja tak lama setelah dilantik Raja Salman melakukan manuver-manuver politik dan kebijakan kenegaraan yang membuat beberapa pihak khawatir terutama Amerika dan Israel.

4) Sebut saja penolakan Raja Salman untuk hadir bersama Obama dalam pertemuan GCC di Gedung putih dan di Camp David. Bahkan Raja Salman meninggalkan Presiden Obama karena waktu shalat ashar telah tiba.

5) Hal ini menimbulkan banyak spekulasi dari beberapa pengamat dunia internationalakan posisi Raja Salman.

6) Belum cukup sampai disitu, Raja Salman Juga menerima kunjungan tokoh senior HAMAS Khaled Misyal di kerajaannya. Pertemuan yang oleh banyak media diberitakan sebuah pertemuan yang harmonis.

7) Dilanjutkan dengan pemecatan dubes Saudi untuk Mesir Ahmad bin Abdul Aziz Qattan yang selama pemerintahan Raja Abdullah sangat dekat dan mendukung segala kebijakan presiden kudeta Mesir Abdel Fattah As-Sisi.

8) Raja Salman juga melakukan normalisasi hubungan dengan Ankara dan Doha yang selam ini beku.

9) Pembebasan Ulama Robbani yaitu Syeikh Salman Al-Audah dari penjara karena aqidahnya yang lurus di atas manhaj ahlul sunnah wal jamaah dengan mengkritik beberapa kebijakan Raja Abdullah ang terlalu pro barat.

10) dan banyak lagi kebijakan–kebijakan Raja Salman yang sangat membela dunia islam.

Selanjutnya mari kita lihat serangan balasan yang mulai dimainkan oleh musuh-musuhnya melalui kebijakan negara dan pemberitaan di media termasuk di INDONESIA dengan satu tujuan LENGSERKAN RAJA SALMAN.

11) Hari ini jika kita membaca arah pergerakan kelompok anti Raja Salman maka kita akan menemukan mereka melakukan pola yang sama, isue yang sama, dan bergerak menyerang dalam waktu yang bersamaan pula.

12) Kelompok ini mulai dari media nasional, media international, tokoh-tokoh media, pengamat, kelompok-kelompok kecil yang aktif di media sosial, hingga dalam bentuk negara.

13) Serangan koalisi terhapat pemberontak syiah dukungan Iran di Suriah dibawah pimpinan saudi Arabia mengalami kegagalan. Hal ini salah satunya karena negara-negara Barat dan Uni Eropa beserta PBB berdiam diri tanpa dukungan jelas.

14) Tragedi pada musin haji tahun ini menjadi peluru empuk untuk menyerang Raja Salam. Mulai dari jatuhnya Crane, insiden terbakarnya hotel di Mekah, hingga tragedi Mina.

15) Mulailah mereka melakukan manuver-manuver seperti yang saya sebut di poin 11.

16) Kita bisa saksikan berbagai lontaran yang dialamatkan mulai dari ambil alih pengelolaan ibadah haji, Saudi tidak pernah berbenah karena musibah terus berulang. hingga pada sesuatu yang tidak ada kaitannya (kenapa tenda di arafah tidak diberikan kepada pengungsi suriah, lebih baik dana haji dipakai untuk kesejahteraan rakyat, dll). Dan ini bisa anda lihat dari komentar2 mereka di sosmed, surat kabar, hingga berita di televisi semuanya sama. Ini bukan kebetulan namun ini pola pergerakan.

17) Mulai dihembuskan bahwa Saudi mulai bangkrut karena menarik sahamnya secara besar-besaran dari Amerika.

18) Pada akhirnya muncul juga tujuan akir mereka yaitu sebuah surat dari cucu pendiri kerajaan saud kepda paman-pamannya yang meminta Raja Salman mundur dari tahta kerajaan.

Permainan belum selesai dan akan terus berlanjut dengan takdir dari Yang Maha Kuasa.

Penulis: Faisal Ibn Sabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *