opini

Saya Gak Pernah Merasa Terusik!

 

update status


Alam Islam – Saya gak pernah merasa terusik,
jika ada yg tulis status tentang ibadah atau kebaikan yg tengah ia lakukan.

Saya gak merasa terganggu,
jika ada orang nulis status sedang puasa, sedang memberi sedekah atau menyantuni orang yg miskin.

Saya juga gak merasa risih,
jika ada yg aplod foto tengah membantu korban bencana, foto di depan Ka’bah ato foto menyembelih hewan kurban dg dipejeng nama empunya.

Bagi saya, kebaikan dan ibadah itu bernilai positif.
Dan berita ttg hal positif layaknya kita tanggapi dg positif pula.

Lantas dari mana muncul klaim riya’?
Sedangkan ia adalah amalan hati yg tak diketahui kecuali oleh pelakunya.

Dari mana kita mengetahui bahwa fulan sedang riya’, pamer dan ingin tenar?
Sudahkah kita membedah isi hatinya?

Atau jangan-jangan hati kita saja yg kotor dan mengidap sifat dengki serta hasut saat melihat kenikmatan yg didapat orang lain?

Jadi berbaik-sangkalah saat menilai orang lain.
Syukur-syukur yang ditulis dan diaplod adalah ibadah dan kebaikan.
Bukan keburukan maupun maksiat yg tengah ia kerjakan.

Kecuali jika ingin diterapkan untuk diri sendiri. Misalkan; “Saya gak mau aplod foto ini karena takut riya'” ya itu sih silahkan-silahkan aja.

Penulis: Yusuf Al-Amien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *