artikel

Rumah Tangga Syurga

1. Salah satu konsep dasar sebelum kita berumah
tangga adalah memahami konsep rumah tangga
surga atau baiti janati

2. Bagaimana mewujudkannya? Maka kita harus
tahu bagaimana aktivitas penghuni surga dalam
alquran

3. Setelah seseorang masuk surga, mereka
melakukan aktivitas yang menunjukkan betapa
surga tempat yang menyenangkan

4. Dengan mengetahui aktivitas penghuni surga,
maka kita bisa wujudkan hal yang serupa atau
semisal dalam rumah tangga kita

5. Salah satu aktivitas penghuni surga ada dalam
surat ash shaffat ayat 50 ‘mereka suka duduk
berhadap-hadapan dan saling ngobrol’

6. Hal ini juga ada dalam surat al hijr ayat 47
‘mereka merasa akrab dan duduk di atas dipan-
dipan sambil ngobrol’

7. Maka ciri rumah tangga surga adalah adanya
kesempatan duduk berhadap-hadapan degan
pasangan untuk ngobrol

8. Hal inilah yang menimbulkan keakraban dan
rasa saling memahami. Dan dendam atau amarah
bertahun tahun tak disimpan dlm hati

9. Itulah kenapa ciri penduduk surga di surat al
hijr ayat 47 adalah tak ada dendam

10. Dalam konsep rumah tangga surga, tak ada
dendam disebabkan kebiasaan untuk
menyelesaikan masalah segera. Tak disimpan
dalam diri terlalu lama

11. Fenomena ibu yang memukul anaknya karena
kesempatan untuk bicara dengan pasangan dan
orang terdekat yang tak tersalurkan

12. Hasilnya, energi marah disimpan dan
diekspresikan secara tidak sadar dalam bahasa
tubuh yg membuat anak tak nyaman bersama
dengannya

13. Lebih bahaya lagi, ketika marah ini dipendam
lama, akibatnya ibarat ombak yg menggulung
karena tak lama disalurkan

14. Itulah kenapa suami yg baik adalah yg
memberi kesempatan istrinya untuk ngobrol lama
setiap malam

15. Sebab, kebutuhan wanita untuk bicara
amatlah tinggi. Bahkan disebutkan perempuan yg
sehat jiwanya minimal mengeluarkan 20.000 kata
per hari

16. Jika tak terpenuhi, maka tertumpahkan
kepada anak dgn sikap yang tak nyaman

17. So, bangun rumah tangga surga dengan
memberi kesempatan pasangan setiap malam tuk
bicara. Sebagaimana kebiasaan rasul kepada
aisyah (HR, Bukhari)

18. Dan untuk menandai emosi istri yg menyimpan
marah itu mudah. Lihat bahasa tubuhnya

19. Jika tidur sudah berbalas punggung, mata
tak berani menatap mesra pasangan, tanda ada
HATI YANG TERLUKA

20. So, suami pandanglah mata istrimu dan
temukan adakah luka dalam jiwanya?

21. Obatnya adalah bicara dan mendengarkan….

22. Bagaimana jika para istri memiliki suami yg
cuek? Tak mau diajak bicara? Maka, carilah media
penyaluran emosi yg tepat dan benar

23. Curhatlah kepada orang yg tepat. Selain
tentunya yang utama kepada Allah SWT

24. Jika tak biasa bicara, maka menulislah. Sebab
menurut imam nawawi menulis itu mampu
menetralisir perasaan sekaligus emosi negatif
yang dipendam lama

25. Kebiasaan menulis diary atau blog dan
sejenisnya bagian dari teknik penyaluran emosi
yg tepat. Tidak dipendam lama

26. Maka, sungguh amat sengsara bagi wanita yg
punya suami cuek namun tak punya kemampuan
menulis. Penderitaan jiwa makin menggelora

27. Itulah kenapa pendidikan dasar bagi anak
wanita adalah menulis. Untuk apa? Untuk
selamatkan jiwanya di saat tak ada orang lain
lagi yang dipercaya

28. Kesimpulannya. Jika stress menjalani rumah
tangga, maka menulislah. Ini bagian dari solusi
sementara.

29. Akan lebih indah, jika di tengah kesibukan
selalu ada waktu untuk bicara dengan pasangan
layaknya penduduk surga. Mari memulainya.

oleh: Bendri Jaysyurrahman

Tinggalkan Balasan