internasional

Provinsi Hama Menjadi Kuburan Buat Tank Rusia!

Alam Islam, Suriah – Serangan di provinsi Hama oleh Pasukan rezim Suriah pada Rabu pagi didukung oleh serangan udara Rusia dan pemboman angkatan laut dari berbagai posisi.

Dalam demonstrasi terbaru dari kemampuan militer, angkatan laut Rusia menembakkan 26 rudal jelajah dari Laut Kaspia menyasar 11 target di Suriah dengan jarak 1.500 kilometer.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa serangan udara Rusia dan serangan angkatan laut “akan disinkronkan dengan serangan tentara (rezim) Suriah di darat yang akan efektif mendukung operasi ofensif tentara (rezim) Suriah”.

Serangan yang diluncurkan bersama koordinasi dengan Rusia ini dimaksudkan untuk menghancurkan pertahanan pasukan oposisi Suriah di Hama, berbatasan dengan provinsi Latakia yang masih berada di bawah kendali pemerintahan rezim Bashar al-Assad.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di London (SOHR) mengatakan bahwa kekuatan utama dari serangan pemerintah rezim Suriah difokuskan pada daerah sekitar desa Latmeen, yang dikendalikan oleh Jaysh al Fath . Jaysh al Fath telah berupaya untuk memperluas wilayahnya ke Hama utara dari posisinya di provinsi Idlib untuk mengancam kubu Assad di pesisir Latakia.

Pejuang oposisi yang terdiri dari koalisi Jaysh al Fath dan FSA berhasil memberikan perlawanan luar biasa. FSA Divisi 13 menembakkan rudal anti tank TOW -pada konvoi kendaraan lapis baja di pedesaan Hama di Al-Masasneh, dan berhasil menghancurkan 24 tank tempur Rusia T-62.

Pertempuran sengit terjadi di wilayah Morek, Hama. Dilaporkan rumah sakit rezim di Hama dipenuhi oleh puluhan mayat tentara Assad, termasuk korban tewas adalah seorang Jendral Rusia. Karena kerugian besar tersebut akhirnya tentara rezim dan Rusia ditarik mundur dari medan pertempuran Morek.

Berikut ini daftar kerugian yang diderita tentara Assad dan Rusia dalam pertempuran Morek : 24 tank, 1 artileri 57, 1 senapan mesin 23, 4 kendaraan, 1 senapan mesin 14.5 hancur. Serta pembebasan sepenuhnya Al Souab dan Al Madajana dari rezim Assad.

Sumber: Middle East Eye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *