berita nasional

Pria Ini Membongkar Sesatnya Ajaran Syi’ah Tentang Nikah Mut’ah

Alam Islam – Salah satu ajaran syiah yang
terkenal adalah nikah mut’ah.
Yakni perkawinan dengan mahar
tertentu untuk jangka waktu
sementara, baik dalam hitungan
bulan, minggu, atau hari, bahkan
jam.
Sayyid Husein Al Musawi, seorang
tokoh Syiah dari kota Najaf yang
kemudian bertaubat, menceritakan
kisah seorang pemuda membongkar
kebobrokan nikah mut’ah dan
mempemalukan Imam Syiah di kota
itu.
Hari itu, Al Musawi duduk bersama
Imam Al Khaui di kantornya. Tak
lama kemudian datanglah dua
orang laki-laki; seorang pemuda
dan seorang lagi agak tua. Mereka
mengaku ingin berkonsultasi
kepada Al Khaui.
“Wahai Sayid, kami ingin
menanyakan tentang nikah mut’ah
apakah halal atau haram?” tanya
sang pemuda.
“Engkau tinggal di mana?” tanya Al
Khaui sambil menyelidiki pemuda
di depannya itu. Umumnya
pemuda Syiah tidak bertanya lagi
hukum nikah mut’ah.
“Aku dari Mosul. Aku tinggal di
Najaf sejak dua bulan yang lalu.”
“Berarti engkau seorang sunni?”
“Iya. Aku di sini sejak dua bulan
yang lalu. Aku kesepian. Maukah
engkau menikahkan aku dengan
putrimu dengan cara mut’ah?”
Mendengar permintaan tak sopan
ini, Al Khaui membelalakkan
matanya. Emosinya terpancing.
“Aku ini pembesar. Mut’ah itu
haram bagi pembesar, halal bagi
kalangan awam dari pengikut
syiah”
Sang pemuda tersenyum. Ada
kepuasan di wajahnya. Namun
tidak demikian dengan pria di
sampingnya. Ia seperti memendam
kemarahan. Namun dialog berakhir
di situ. Mereka segera pergi dari
kantor itu.
Al Musawi yang saat itu masih
Syiah segera menyusul mereka
berdua. Ternyata keduanya sedang
memperdebatkan masalah nikah
mut’ah. Pemuda Sunni
berpendapat nikah mut’ah haram
sedangkan pria Syiah berpendapat
nikah mut’ah adalah halal. Mereka
kemudian bersepakat untuk
bertemu Al Khauli. Tapi mendengar
pernyataan Al Khaui tadi, pria
syiah itu geram.
“Wahai orang-orang durhaka, kalian
membolehkan nikah mut’ah kepada
anak-anak gadis kami, dan
mengabarkan bahwa hal itu halal
serta mendekatkan diri kepada
Allah, namun kalian
mengharamkan kepada kami untuk
nikah mut’ah dengan anak-anak
gadis kalian,” kata pria itu kepada
Al Musawi. Ia pun bersumpah akan
keluar dari Syiah.

sumber: bersamadakwah

*Seperti ditulis Al Musawi dalam
bukunya Lillahi, Tsumma li Tarikh

Tinggalkan Balasan