kisah

Polisi Nyambi Tukang Tambal Ban: Mending Kerja Halal Daripada Terima Suap

Polisi ini pilih nyambi tambal ban dibandingkan menerima suap.
Aiptu Mustamin

Alam Islam, Makassar – Kisah nyata polisi satu ini memberi inspirasi bagi semua orang. Diberitakan, seorang anggota Polri Kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) hidup sederhana dan memilih nyambi jadi tukang tambal ban daripada menerima uang suap.

Ia adalah anggota Samapta Kepolisian Sektor (Polsek) Ujungpandang yang berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) yang bernama Mustamin. Sudah lama ia nyambi sebagai tukang tambal ban untuk menambah penghasilan keluarga.

Pekerjaan tersebut ia kerjakan diwaktu senggangnya.

“Saya jadikan pekerjaan ini sebagai hobi yang tak membosankan,” ujar Aiptu Mustamin di lapak tambal bannya di Jalan Amanagappa, Makassar, seperti dilansir Tempo pada Kamis (26/5).

Pria berusia 57 tahun tersebut berkisah, ia sudah 20 tahun bekerja sampingan sebagai tukang tambal ban. Dia melakukannya untuk mengusir rasa jenuh dari profesinya sebagai seorang polisi.

“Saya mulai kerja dari sore sampai malam,” ujarnya.

Ayah tiga anak tersebut mengakui pekerjaan itu membuat sebagian keluarga besarnya merasa malu. Namun ia bersyukur bahwa istrinya, Nursin Warlela, 53 tahun, dan ketiga anaknya tidak merasa malu atas pekerjaan ayahnya tersebut.

“Memang pernah ada yang sarankan untuk hentikan pekerjaan itu,” kata lelaki yang sudah 37 tahun menjadi polisi itu.

Namun Aiptu Mustamin menampik ia membuka usaha tambal ban bukan karena penghasilan sebagai polisi yang minim.

“Daripada saya nyari penghasilan yang haram, mendingan kerja begini. Saya semenjak kecil dididik untuk jujur, sabar dan menghindari larangan Tuhan,” ujarnya.

Pekerjaan sampingan tersebut tidak membuat Mustamin terhina, namun ia malah bangga karena selain sebagai polisi, dia bisa mengerjakan pekerjaan yang menghasilkan uang pada waktu senggang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *