aksi pa 212
nasional

PA 212 Siap Syahid Agar Ade Armando, Sukmawati dan Gus Muwafiq Ditahan!

Sejumlah massa yang berasal dari Persaudaraan Alumni PA 212 meneriakan telah siap untuk mati sebagai syahid dalam sebuah aksi yang dilaksanakan oleh PA 212 di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (13/12).

Dalam aksi yang diberi nama Aksi Bela Nabi dan Agama yang diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 tersebut, ratusan massa yang hadir menuntut agar Sukmawati Soekarnoputri, Ade Armando dan Gus Muwafiq segera ditahan karena kelakuan mereka.

Sejumlah teriakan tak takut syahid juga berkumandang saat salah seorang orator meminta supaya delegasi mereka diterima oleh pihak Mabes Polri, sehingga tujuan aksi bisa segera disalurkan langsung kepada Mabes.

Dikarenakan tak ada jawaban dari pihak kepolisian, maka mereka mengancam untuk bertahan ditempat dan tetap melaksanakan aksi.

“Tolong pak izinkanlah delegasi kami bisa masuk supaya bisa cepat pulang,” ujar salah seorang orator dari mobil komando.

Sang orator tersebut kemudian bertanya kepada massa aksi yang telah hadir bahwa bila tak diterima, maka mereka tak akan pulang. Ia juga memastikan kepada massa agar tidak akan gentar untuk bertahan disana.

“Disiram watercannon? Kami gak takut. Nanti dilempar digas airmata? gak takut. Ditembak peluru? Udah biasa itu,” ujarnya tak gentar.

Ia juga menegaskan bahwa massa yang hadir sudah berniat untuk mati syahid, sehingga tak akan takut pada apapun.

“Bila aksi ini kita pulang dalam kendaraan bermotor, kita mati dalam perjalanan pulang, maka kita dikatakan mati syahid saudara-saudara. Siap mati syahid ? siap!,” teriak semua massa.

Sang orator juga meminta kepada pihak kepolisian untuk tak menakuti mereka yang menggelar aksi karena mereka yakin akan mendapat pertolongan Allah dan siap mati syahid.

“Pak polisi! jangan takut-takuti kami. Kami kelihatan lemah, ibu-ibu, tapi kami siap mati syahid! apabila kita niat mati syahid, maka pertolongan Allah pasti datang!,” ujarnya. Adapun hingga berita ini ditulis sejumlah perwakilan massa telah diperkenankan untuk masuk melakukan audiensi bersama pihak kepolisian.

 

Tinggalkan Balasan