internasional

Mujahidin Suriah: Selamat Datang Rusia di Kuburan Kalian!

Seorang tentara Rusia berpose di depan spanduk Assad

Alam Islam, Suriah – Kabar diterjunkannya pasukan resmi Rusia secara masif untuk membantu militer rezim Assad telah jelas, baik keterangan mujahidin, media barat, maupun Amerika.

Seperti dilaporkan oleh akhi Fathi Yazid Attamimi, jurnalis lepas Indonesia yang sedang berada di pinggiran provinsi Lattakia, pihak militer rezim Assad belakangan sedang mengalami degradasi moral tempur secara tajam dalam menghadapi para pejuang revolusi.

“Tentara Rusia akhirnya sampai ke Lattakia, diterjunkan langsung oleh Putin untuk menambah moral tentara Suriah yang kehabisan semangat setelah berturut-turut dihabisi mujahidin dalam 6 bulan terakhir ini. Selain itu rupanya pasukan gabungan suku Hazara Afghanistan, garda Revolusi Iran (dan milisinya), milisi Hezbollah (Hizbulatta) Lebanon, milisi Syi’ah Irak, bahkan strategi memunculkan I**S, Alhamdulillah tidak lagi mempan menghalangi mujahidin bergerak maju. Pasukan gabungan mereka yang terus mengalami kekalahan dimana-mana hingga makin menipiskan kemungkinan Nushairiyah menghabisi kekuatan pedang-pedang Allah di Suriah.”, jelas Fathi.

Selain soal moral, jumlah anggota militer Nushairy yang tewas dalam beberapa bulan telah mencapai ribuan sehingga menurunkan jumlah pasukan asli Suriah, termasuk keengganan para pemuda Nushairy yang tidak mau bergabung dalam militer akhir-akhir ini. Sementara milisi asing seperti Hizbulatta, Irak dan Hazara dilaporkan mulai mundur teratur atau menurunkan intensitasnya. Harapan terbesar Assad tertumpu pada Iran dan Rusia, sebagai aktor negara (state) dalam keterlibatan perang ini.

Keterlibatan Rusia di Suriah sebetulnya bukan rahasia lagi, sejak bertahun lamanya Rusia mendukung Suriah dengan pelatihan militer, suplai senjata, juga informasi dan aksi intelejen. Tapi keterlibatan langsung pasukan Rusia dalam jumlah besar serta masif, baru terjadi pada bulan ini.

Bahkan dilaporkan minggu lalu, pertama kalinya serdadu Rusia tewas dalam baku tembak langsung versus mujahidin di bandara militer Abu Zhuhur. Namanya Baron, usia 22 tahun. Selain Baron, kantor berita Ukraina melaporkan pengiriman belasan peti berisi mayat dari Suriah ke Rusia tapi tidak disebutkan detail apa dan bagaimananya.

Informasi intelijen mujahidin, diketahui bahwa dalam waktu dekat pasca berakhirnya badai pasir kemarin, akan terjadi serangan besar-besaran dari Lattakia mengarah ke gunung tempat yang dikuasai oposisi. Indikasinya terlihat dari seratusan mortir, roket MiG dan roket darat Grad, serta hantaman bom Birmil yang 2 hari tanpa henti menghujani Jabal Akrad dan Jabal Turkman. Serangan tersebut juga dipercaya akan dipimpin dan disupport oleh tentara Rusia veteran perang Chechnya. Kondisi pegunungan yang mirip dengan medan wilayah Chechnya menjadi salah satu sebabnya.

Menyikapi kondisi gawat darurat ini, terjadi persiapan mujahidin di gunung. Beberapa kelompok mujahidin Chechnya sendiri menurut kabar akan datang dari beberapa lokasi demi menyambut musuh bebuyutannya itu yang kini kembali jumpa di Suriah.

Sedangkan seorang mujahidin lokal, ketika ditanya apa tanggapannya terkait situasi sekarang ini dengan kedatangan Rusia langsung di halaman rumah mereka, dengan tersenyum sambil menjawab:

“Ahlan wasahlan Ruusi fii maqbaratikum!” (Selamat datang Rusia di kuburan kalian!-red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *