berita nasional

Miris… Thailand,Malaysia danIndonesia TolakMuslim Rohingya


Thailand, Malaysia dan Indonesia
akan lanjutkan tindakan mencegah
masuknya manusia perahu
Rohingya ke kawasan kedaulatan
mereka. Aksi ini tidak
mempedulikan imbauan PBB untuk
menolong pengungsi.
Thailand, Malaysia dan Indonesia
akan lanjutkan tindakan menyeret
kembali perahu para pengungsi
Rohingya ke laut lepas, untuk
mencegah pengungsi mendarat di
kawasan kedaulatan mereka.
“Ketiga negara memutuskan untuk
menolak kedatangan manusia
perahu”, ujar mayor jenderal
Werachon Sukhondhapatipak,
jurubicara pemerintah militer
Thailand di Bangkok kepada kantor
berita Reuters.
Sejauh ini Malaysia dan Indonesia
belum mengumumkan kebijakan
resmi terkait pencegahan
kedatangan manusia perahu ke
kawasan kedaulatan kedua negara.
Tapi kapal angkatan laut kedua
negara dilaporkan telah menyeret
sejumlah perahu pengungsi yang
mendekati kawasan pantainya
kembali ke laut lepas. Para
pengungsi mendapat bantuan
pangan, air bersih, pengobatan
serta bahan bakar, tapi dilarang
mendarat.
Baik Mayjen Werachon, maupun
para pejabat tinggi yang berwenang
menangani masalah ini di Indonesia
dan Malaysia tidak bersedia
menanggapi imbauan badan
pengungsi PBB-UNHCR agar ketiga
negara menolong ribuan pengungsi
yang terkatung-katung di laut
lepas. “Isu pengungsi Rohingya
akan dibahas lebih mendalam pada
konferensi 15 negara yang akan
digelar di Bangkok 29 Mei
mendatang,” tambah jurubicara
pemerintah Thailand itu.
Gara-gara penyelundup manusia
Gelombang pengungsian warga
etnis Muslim Rohingya
menggunakan perahu ke Indonesia
dan Malaysia meningkat dalam
beberapa hari terakhir, akibat aksi
razia besar-besaran terhadap
imigran gelap di Thailand. Imigran
gelap etnis Rohingya dari Myanmar
dan Bangladesh, biasanya dikirim
para penyelundup manusia ke
Thalland sebagai tempat transit
utama sebelum melanjutkan
perjalanan.
Pemerintah Thailand melancarkan
razia besar-besaran setelah
menemukan kuburan massal berisi
33 jasad etnis Rohingya dan
Bangladesh dari Myanmar di
kawasan perbatasan negara itu ke
Malaysia. Etnis Muslim Rohingya
mengalami represi berat di
Myanmar dan tidak diakui sebagai
warga negara tersebut.
UNHCR memperkirakan dalam tiga
bulan terakhir tahun ini sekitar
25.000 etnis Muslim Rohingya dan
Bangladesh diperkirakan menjadi
korban para penyelundup manusia
yang mengirim mereka
menggunakan perahu bobrok
menuju Malaysia atau Indonesia.
“Jumlah manusia perahu Rohingya
itu berlipat dua dibanding triwulan
yang sama tahun 2014 silam”, lapor
UNHCR.

sumber: DW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *