kultum

Menangguhkan Kenikmatan Di Dunia

Universal Islam – Suatu hari Umar ibnu khaththab ra, masuk menemui Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- di dalam rumahnya, sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid nabawi. Di dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu membekas di badan beliau.

Spontan keadaan ini membuat Umar menitikkan air mata karena merasa iba dengan kondisi Rasulullah.

“Mengapa engkau menangis, ya Umar?” tanya Rasulullah.

“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas, sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, ya Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.

Rasulullah kemudian menghibur Umar, beliau bersabda: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…? “.

Beliau shallallahu alaihi wasallam melanjutkan lagi, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”

Saudaraku…
Amal kita hari ini menentukan esok dan lusa..
Kondisi hati kita saat ini menentukan sikap kita di akhirat kelak saat dihadapan Allah SWT..
Niat kita saat ini menjadi pijakan langkah jauh atau dekatnya dgn keridhaan Allah SWT..
Smoga apa yg kita lakukan saat ini lebih bermutu,berkwalitas..mumtaz dihadapan Allah SWT..

penulis: Ustadz Encep Ibnu Shalih – Dai Papua

Tinggalkan Balasan