berita nasional

Kesalahan Tajwid Sangat Fatal, Menteri Agama Malah Sebut Ragam Langgam Bacaan Al-Quran Perkaya Khazanah Qiraat!


Jakarta – Kekayaan langgam bacaan Al-Quran khas nusantara yang dimiliki bangsa Indonesia memperkaya khazanah qiraah kita. kita perlu menunjukan kepada dunia bahwa sesunguhnya kita memiliki kekayaan yang terkait dengan Al-Quran, tidak hanya pada iluminasi Al-Quran atau penulisannya tapi qiraah-nya juga.

“Untuk itu, saya minta kepada jajaran di Kemenag untuk mencari ragam langgam bacaan Al-Quran di nusantara ini,” terang Menag Lukman Hakim Saifuddin saat Milad Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal ke-18 di TMII Jakarta, Rabu (6/5).

Sejauh ini, terang Menag, Kementerian Agama memiliki beberapa qori yang sesuai dengan ilmu tajiwid bisa melantunkan ayat-ayat Al-Quran dengan langgam Jawa, Sunda, Madura, dan langgam Aceh, sementara baru tiga langgam itu.

“Oleh karenanya, bila didapatkan qori yang bisa membaca Al-Quran dengan langgam Melayu, Bugis, Medan dan dengan langgam apapun yang itu merupakan ciri nusnatara kita, saya pikir itu akan sangat memperkaya khazanah qiraah kita, dan suatu saat menarik juga kita festivalkan dalam acara-acara tertentu,” ujar Menag.

Menag juga mengungkapkan, selain mengkaji pesan yang terkandung dalam Al-Qur`an, menggali dan mengembangkan nilai-nilai seni yang terkait dengan Al-Qur`an juga tidak kalah menariknya. Kesultanan Islam Nusantara mewariskan banyak sekali naskah mushaf kuno dengan iluminasi yang sangat indah.

Satu hal yang menunjukkan tingginya perhatian umat Islam Indonesia, sejak dulu, terhadap aspek seni pada mushaf. Langgam bacaan Al-Qur`an khas nusantara, dengan kekayaan alam dan keragaman etniknya, menarik untuk dikaji dan dikembangkan.

“Tentu saja dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah ilmu tajwid. Dan saya berharap Bayt Al-Qur`an dapat menjadi rumah bagi segala sesuatu yang terkait dengan Al-Qur`an,” harap Menag.

Dalam pandangan Menag, kemampuan kita dalam menggali khazanah Islam Nusantara, yang berporos pada Al-Qur`an dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, akan membuat Islam Indonesia menjadi model dalam mempromosikan Islam yang berkarakter menghargai keragaman agama, budaya, bahasa dan etnik.

“Di saat banyak negara berpenduduk Muslim lainnya dilanda berbagai konflik yang bernuansa agama, Islam Nusantara bisa menjadi oase baru bagi dunia Islam dan masyarakat dunia pada umumnya,” ucap Menag.

Sedangkan menurut Ustadz Toha Husain hafidz murid syaikh Shuraim di Purwokerto ada 3 kesalahan dlm membaca qur’an dg lagu dandanggulo [Jawa]
1. Kesalahan tajwid. maadnya dipaksa ikuti kebutuhan lagu.
2. Kesalahan logat. Alquran harus diucapkan dg logat arab. Biasanya dg qiraat sab’ah atau qiraat asyrah.
3. Kesalahan takalluf. Memaksakan utk meniru lagu yg tak lazim utk Qur’an.
Dan yg plg fatal kalau ada kesalahan niat. Yaitu merasa perlu menonjolkan kejawaan atau keindonesiaan atau kebangsaan dlm berinteraksi dgn al Qur’an. membangun sikap ashabiyyah dalam ber Islam. Allah yahdina wa yahdihim. Smg Allah menjaga keikhlasan kita dlm mencintai Qur’an. wallahu a’lam bisshawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *