internasional

Keadaan Terkini Masjid Al Aqsha

Alam Islam, Gaza – Kalau bukan Umat Islam yang tergerak dan bergerak untuk Al Aqsha akankah kita berharap dari yang lain?

Update Nasib Masjid Al Aqsha:

1. Pembagian waktu Masjid Al Aqsha (at taqsiim az zamaaniyy). Membagi waktu tertentu untuk ibadah Yahudi Dany di waktu yg lain untuk ibadah kaum Muslimin. Pemerintah Israel telah menerapkan kebijakan ini dengan melarang kaum Muslimat memasuki Masjid Al Aqsha di waktu pagi dan mengkhususkannya untuk ibadah orang2 Yahudi.

2. Pembagian tempat (at taqsiim al makaaniy). Mengkhususkan sebagian area Masjid Al Aqsha untuk membangun sinagog Yahudi, sebagai tahap awal mendirikan Salomon Temple palsu. Hal ini telah dimulai akhir2 ini oleh pemerintah Israel dengan merampas sebagian wilayah pemakaman Ar Rahmah yang berdempetan dengan Masjid Al Aqsha, sebagai tahap awal untuk membuka gerbang yang menyambungkan ke area timur Al Aqsha, dimana disana akan dibangun sinagog.

3. Mengapa Al Aqsha tidak boleh dibagi ?
Karena Masjid Al Aqsha adalah hak milik kaum Muslimin saja. Tak ada yg berhak selain mereka. Masalah Al Aqsha adalah Aqidah. Kita terikat secara ideologis. (Banyak ditegaskan Al Quran, Al Hadis, serta fakta2 sejarah).

Kampanye ini bertujuan untuk menyadarkan kaum Muslimin terhadap rencana busuk zionis penjajah Israel yang ingin membagi-bagi Masjid Al Aqsha. Selain itu juga untuk mengajak mereka menghentikan eksekusi yang sudah berjalan ini.

——————-
Catatan Penting Sepekan

Jubir militer penjajah yahudi ini nyinyir plus rada ngancem, “semoga tidak ada perang dengan gerakan perlawanan (muqoowamah) dalam waktu dekat ini, semua krisis; listrik, air, pembangun Gaza kembali, blokade dll, itu semua disebabkan oleh gerakan perlawanan sendiri.”

Sepertinya ini akumulasi dari kecurigaan dan ketakutan penjajah yahudi plus menutupi penyerbuan mereka terhadap Al Aqsha kemarin.

Catatan:

1. Penjajah yahudi mempersempit masalah dan lawan, lawannya hanya gerakan perlawanan (muqoowamah), Krisis air, listrik, pembangun Gaza kembali dll penyebab utamanya gerakan perlawanan (muqoowamah).

2. Padahal saat ini penjajah yahudi sedang gencar melegalkan tahapan2 pembagian Al Aqsha, zamaaniy maupun makaaniy.

3. Beberapa ulama seperti Dr Qorodhowiy dg lembaga beliau (Ittihaad ‘Aalamiy Lil ‘Ulamaa Al Muslimiin) angkat bicara mengutuk penyerbuan kemarin 13/9/2015.

4. Raja Jordan sedikit “lantang” sebut penjajah yahudi bertanggungjawab dengan penyerbuan tersebut.

5. Menteri luar negeri KSA desak liga Arab untuk menanggapi penyerbuan tersebut.

6. Jumat pekan ini, akan ada lagi aksi mengutuk penyerbuan Aqsha 18/9 di dalam Palestina maupun di luar Palestina. Mereka menamakan “Jum’atul Ghodhob”/ Jum’at Kemarahan.

Kalau bukan Umat Islam yang tergerak dan bergerak untuk Al Aqsha akankah kita berharap dari yang lain?

Kiriman Abdillah Onim di Gaza Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *