opini

Ironi Zynga Poker, Perusahaan Rokok dan Kemiskinan Rakyat Indonesia

Rumah mewah pemilik Zynga Poker


Alam Islam – Di mata gw, ini bukan foto keindahan Teluk San fransisco yang dilihat dari viewpoint sebuah rumah mewah.

di mata gw, ini adalah pemandangan sebuah ironi hidup.
di mana letak ironinya ? bentar gw ceritain dulu soal rumah ini.

Rumah yang kamarnya tujuh biji aja ini harganya 16 juta dolar. berapa itu ? ya lu kaliin aja. dengan asumsi kurs McDolar 14045, berarti harga rumah ini sebiji nya sekitar 224 miliar rupiah.

itu segimana banyaknya ? gampangnya elo bayangin aja, elo ikut kuis who wants to be millionaire terus menang dapat uang 1 miliar, terus besoknya lo menang lagi, lusanya menang lagi, begitu terus menerus selama 224 hari. begitulah harga rumah ini.

Rumah di kawasan elit pacific height ini milik Mark Pincus, salah satu orang terkaya di dunia versi majalah forbes. dan rumah ini cuman satu dari sekian properti mewah miliknya. dibeli dari kekayaan yang dia peroleh sebagai CEO Zynga. sering dengar Zynga ? kalau jarang, selamat. berarti anda masih punya pekerjaan lain yang lebih penting. karena sebetulnya di situlah letak ironi yang ingin gw bahas.

Kekayaan mark pincus berasal dari kesuksesan Zynga, produsen game Zynga poker / texas hold em poker. Namanya poker, mainnya nggak gratis karena harus pake chip. jadi ini sebetulnya simulasi judi di kasino, dengan segmen kalangan yang tidak mampu ke kasino.

Walaupun tidak mampu, tapi kalangan tidak mampu ini jumlahnya 350 juta orang. ( dean takahashi, 2014 ). populasi penjudi virtual sebanyak itulah yang mengantarkan zynga menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar.

karena zynga poker sukses besar, tahun 2009 Mark pincus meraih Crunchies technology awards, sebagai CEO of the year. tahun ini, pria berdarah yahudi ini tercatat memiliki kekayaan bersih yang “agak menurun” yaitu sebesar 1.11 milliar dolar.
semiliar dolar itu kalau dirupiahkan, jadinya berapa ribu hari menang kuis milioner, bodo amat dah gw ngga tertarik ngitung.
gw lebih tertarik membahas fenomena di sisi customer, bahwa bandar poker kaya raya ini, menjual produk yang kebanyakan pelanggannya justru berasal dari kalangan berpenghasilan rendah.

bahasa kasarnya gini. yang main judi pada gembel-gembel, yang punya tempat judi malah mandi duit.

ini beneran. coba deh iseng stalking. teman2 facebook elo yang hobinya main judi poker. pasti pada umumnya pengangguran, atau pekerja berpenghasilan di bawah UMR. atau kalaupun mereka bukan pengangguran atau ngga miskin-miskin amat, yaudah. tungguin aja berapa lama main poker. ntar pasti miskin sendiri.

kalaupun hasil stalking elo menunjukkan hasil yang berbeda, nggak apa2. setidaknya di gue hasilnya positif. orang2 penggila poker online yang gw kenal, satupun nggak ada yang sukses. kalaupun mereka sukses itu pasti ngaku-ngaku. karena kalau sukses nggak mungkin hobinya minjem duit.
okelah sepertinya tulisan ini udah beraroma tendensi personal dan mulai subyektif. baiklah gw lanjutin ke kasus lain yaitu rokok.

terus terang aja soal rokok ini lebih susah dibahas karena para perokok cenderung lebih defensif ( baca : ngeles ) daripada penjudi. udah gitu jumlahnya lebih mayoritas. tidak terhitung sudah berapa kali gw berada di lingkungan perokok dan gw menjadi kelompok minoritas yang terzalimi.
karena para perokok ini boro-boro nyadar kebersihan paru-paru sendiri. nyadar asbak aja nggak. segala gelas, piring sampai panci masak indomie pun bisa jadi asbak. tidak peduli mereka kapasitas nya adalah TAMU.
heh, ternyata membahas rokok pun gw masih larut dalam tendensi pribadi.

yaudah, gw bahas aja fakta yang relevan dengan ” hubungan produsen – konsumen ” ini.

pada saat gw survey soal orang2 kaya di forbes, gw juga menemukan fakta bahwa beberapa pengusaha terkaya papan atas itu berasal dari indonesia. dan dua yang teratas itu, bidang usahanya adalah : industri rokok.
taipan indo ini jauuuh lebih kaya dari Mark pincus. bahkan empat kali lebih kaya dari Donald trump, bakal calon presiden Amerika.

pengusaha2 rokok superkaya ini, siapa customernya ? Berdasarkan data Riskesdas tahun 2007, perokok terbanyak berasal dari kalangan berpendapatan rendah dan tingkat pendidikan rendah.

jadi intinya, boss judi udah makin kaya. sementara penjudinya rata-rata bangkrut. boss pabrik rokok juga makin kaya. sementara perokok, hmm, nggak sampe bikin lo miskin sih. tapi kalo lo iseng ngitung berapa duit yang lo bakar pasti nyesek juga lu.

ironis, tapi begitulah realitanya.
ini bukan gw yang ngarang. gw cuma menyampaikan hasil survey iseng2 sambil menganalisa dari google, wikipedia, jpnn, forbes, dan juga sedikit analisa raut muka para penjudi kalau di kantongnya tinggal ada dua ribu rupiah. itu benar2 menyedihkan. buat beli indomie aja masih kurang lima ratus brohh.

nah selanjutnya terserah elo. mau terus main judi, silahkan berjudi. mau terus merokok, teruslah merokok.
cuman kalo ingat pencapain para bos judi dan boss rokok ini, dibanding dengan kenikmatan virtual yang lo dapet, ya lucu sih.

mereka beli rumah ratusan miliar, sementara elo sampe ngutang buat beli chip.
mereka kaya dari asap rokok yang lu beli, sementara elu dapat lendir paru-paru. disumpah-sumpahin lagi ama yang bersihin asbak lu.

apa lu pada nggak merasa dikerjain, nyong….

Penulis: Arizal Rasyid – Penulis – 3D Motion Picture Artist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *