artikel

Inilah Cara Menghindari Efek Negatif Smartphone Bagi Moral Anak Anda

Para siswa SD tak lagi malu mengekspresikan cinta melalui facebook


Alam Islam Gadget punya pengaruh besar dalam pertumbuhan anak di zaman globalisasi sekarang ini. Bila orang tua tidak peka, pengaruh negatif bisa menyerang anak. Tumbuh kembang mereka menjadi terhambat. Berikut beberapa panduan bagi orang tua yang ingin memberikan smartphone bagi anak yang berusia remaja, diantaranya :

1. Halau konten negatif

Tergantung usia anak, Anda bisa menentukan apakah akan memberi kebebasan penuh, atau sesekali mengecek kegiatan anak di smartphone atau tabletnya. Bagi Anda yang ingin memiliki kontrol penuh, tersedia aplikasi bantuan untuk parental control yang dapat digunakan. Telepon, SMS, MMS, surel, foto, dan video yang diterima dan dikirim dari ponsel anak bisa dipantau melalui aplikasi tertentu yang diunduh secara terpisah.

2. Simpan history chat

Jika anak sudah mulai merambah dunia chatting, orang tua perlu memberi pengertian bahwa anak anak tidak bisa ngobrol dengan sembarang orang tidak dikenal. Pada dasarnya, sama seperti di dunia nyata saja. Anak tetap harus berprilaku sopan saat berbincang dengan teman-temannya dan anak harus menghindari komunikasi dengan lain jenis yang terlalu berlebihan karena akan membahayakan moral sang anak. Pada aplikasi messenger seperti BBM dan whatsapp terdapat fitur history chat. Anda bisa memilih ingin menyimpan percakapan atau tidak.
Untuk Blackberry Messenger, selain dengan memeriksa history chat langsung lewat ponselnya, tidak ada cara lain untuk melihat percakapan BBM selain secara berkala mengecek ponselnya.

3. Bahaya pornografi

Pornografi memicu hormon dopamin pada otak manusia, yang dapat mengganggu kemampuan analisis, pemahaman, dan hati nurani. Karenanya, risiko dunia digital seperti sexting (mengirim konten vulgar melalui ponsel), perlu dijelaskan kepada anak. Namun, menjelaskan tentang hal-hal yang termasuk dalam kategori pornografi, orang tua perlu memperhatikan usia anak.

4. Kenali game anak

Ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis online game yang dimainkan anak, baik yang dimainkan melalui website atau yang diunduh ke ponsel.  Anda dapat memeriksanya melalui situs-situs games review di internet.

5. Berteman di dunia maya

Menjadi friend atau follower anak membantu Anda mengetahui kegiatan dan teman-temannya di online. Hindari twitwar dengan anak memarahi atau mengomentari sesuatu yang dapat membuat anak malu di online. Ajak anak untuk mengenalkan teman-teman online-nya juga kepada kita.

6. Bijak di media sosial

Memasang status atau foto yang sifatnya detail dan pribadi adalah tindakan yang berisiko. Beri pengertian kepada anak tentang bahayanya mengumbar hal-hal pribadi di media sosial. Terutama untuk anak pra-remaja, ingatkan tentang bahaya mem-post atau mengirim foto-foto bagian tubuh pada orang lain.

7. Optimalkan privacy settings

Pelajari privacy setting di Facebook untuk memilih hal-hal apa saja yang bisa dilihat oleh siapa saja. Anda juga bisa memilih antara akun private atau public di Twitter anak dari menu settings.

8. Waspadai cyberbullying

Cyberbullying (pelecehan,  memalak) adalah risiko yang bisa dihadapi anak yang aktif di media sosial. Ada baiknya anak diberi pengertian soal bahayanya dan cara untuk menghadapinya.
Jika anak menjadi korban, ingatkan untuk tidak membalas pelaku sama sekali. Kalau hal ini terjadi saat chatting, segera tinggalkan chat room dan segera blok pelaku dari akun anak. Kalau memungkinkan, simpan buktinya untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib.

9. Bahaya check-in

Aplikasi untuk check-in lokasi di Facebook, Foursquare, Koprol, atau Path sebaiknya tidak digunakan anak. Beri tahu risiko penguntitan atau penculikan jika banyak orang tahu setiap jejak anak sehari-harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *