nasional

HTI Cela Menteri Arab Saudi Yang Pernah Ancam Assad di Suriah

Situs resmi HTI menghujat Adel al-Jubeir yang ditunjuk oleh Raja Salman untuk menjabat sebagai menteri Luar Negeri. Padahal Adel dikabarkan pernah mengalami percobaan pembunuhan oleh agen pemerinta Iran dan lantang mengkritik Bashar Al-Assad
isi situs resmi HTI dua hari yang lalu

Alam Islam, Jakarta – Dalam situs resminya, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) kembali menghujat tokoh pemerintahan Arab Saudi bernama Adel al-Jubeir yang ditunjuk oleh Raja Salman untuk menjabat sebagai menteri Luar Negeri. Padahal Adel dikabarkan pernah mengalami percobaan pembunuhan oleh agen pemerinta Iran. Ia juga lantang mengkritik keberingasan presiden Suriah Bashar Al-Assad yang tidak segan-segan membantai rakyatnya.

Seperti dilansir Wikipedia, Pada 11 Oktober 2011, pihak berwenang mengatakan ada elemen-elemen dalam pemerintah Iran mencoba untuk membunuh Duta Besar Al-Jubeir. Al-Jubeir pada hari yang sama dituduh mengekspresikan solidaritas AS dan Arab Saudi. Namun rencana pembunuhan berhasil digagalkan dan pelaku akhirnya mengaku dan dijatuhi hukuman pada 30 Mei 2013 di pengadilan dengan vonis 25 tahun penjara.

Di lain waktu, ia juga mengkritik Presiden Suriah, Bashar al-Assad dengan keras. Setelah intervensi Rusia di Suriah dalam mendukung Al-Assad, al-Jubeir berbicara keras kepada Presiden Suriah Bashar AlAssad.

“Tidak ada masa depan bagi Assad di Suriah,” kritiknya.

“Jika presiden tidak mengundurkan diri sebagai bagian dari transisi politik, negaranya akan mengambil opsi militer, yang juga akan berakhir dengan keputusan penghapusan Bashar al-Assad dari kekuasaannya,” lanjutnya.

Postingan HTI ini mendapat reaksi keras dari netizen.

“Seburuk-buruknya Media Liberal dan Sekuler, gak sampai mengeluarkan kalimat buruk seperti ini dalam rilis resmi untuk memojokkan Arab Saudi. Siapa yang gak tau kiprah Menteri Luar Negri Arab Saudi di kancah politik dunia, lebih-lebih lagi soal Suriah. Dan juga pembelaannya terhadap isu-isu miring tentang Islam. Tapi jika Adel al Jubeir saja masih dikatain “Jongos”, lalu Hizbut Tahrir ini pantesnya kita katain apa?,” tegas Adiey di laman facebook.

Tinggalkan Balasan