internasional

Gaza dan Tepi Barat Memanas, Krisis Masih Menyelimuti

Alam Islam, Palestina – Setelah beberapa hari lalu 200an warga Yahudi Zionis Israel menodai kiblat pertama bagi Umat Islam dunia yaitu Masjid Alaqsa Almubarok, dengan aksi brutal yaitu menyerang Masjid Alaqsa, melempari dengan bom suara dan gas air mata ke dalam masjid Alaqsa, sehingga melukai lebih dari 100 muslim Palestina yang beradanya.

Di susul dengan tindakan yang tidak berprikemanusiaan, Hari Jumat dipagi hari disaat 1 keluarga di Nablus masih tidur lelap, tiba-tiba segerombolan warga Yahudi Zionis Israel ( red : La’natulloh ala yahudi ), mereka membakar sebuah rumah dimana didalamnya berpenghuni, suami istri dan anak-anak mereka, dalam aksi kebinatangan tsb, menewaskan 1 bocah Palestina berusia 18 Bulan yang masih menyusui bernama Ali, gosong dilalap api, semoga kini si Ali bocah mungil bersama sang Khaliq dan ditempatkan di tempat yang Indah di sisiNya,amin

Menjelang beberapa jam kemudian, pejuang Palestina di Gaza membalas aksi brutal Yahudi melontarkan roket ke wilayah Israel, dan dalam jeda beberapa menit kemudian militer Angkatan Laut zionis Israel menembak secara membabi buta dari arah laut ke arah pemukiman warga Gaza di Bait Lahiyah Gaza bagian Utara.

Akibat rentetan tembakan secara membabi buta oleh Angkatan Laut zionis Israel, mengenai 1 orang warga sipil Gaza bernama Muhammad Hamid Almasry berusia 29 Tahun, dan melukai beberapa orang lainnya. Sang Korban Muhammad Hamid Almasry sempat di Evakusi ke Rumah Kamal Udwan Gaza Utara, akan tetapi nyawanya tidak tertolong karena beberapa peluru bersarang di tubuh dan bagian dada korban, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Dan sudah 8 tahun hingga kini wilayah Gaza masih dibawa blokade oleh pihak Israel, krisis kemanusiaan semakin menambah pendeirtaan warga Gaza baik itu krisis Kesehatan beberapa hari lalu saya diundang oleh pihak Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza City dalam hal koordinasi kesulitan yang dialami oleh MENKES Gaza Palestina dalam pembahasan tsb mereka menyampaikan bahwa obat-obatan yang urgent bagi para pasien mulai langka yaitu 38 persen berkurang, begitu juga alat kesehatan khususnya alat kesehatan sekali pakai (alat disposilbe) 37 persen berkurang, ada beberapa alat kesehatan yang rusak dan karena berkali-kali diperbaiki, dalam rapat koordinir tsb, pihak MENKES Palestina di Gaza menyodorkan nama obat dan nama alat kesehatan yang rusak, mereka berharap agar surat tsb dapat saya sampaikan ke Bpk. Joko Widodo selaku Presiden RI dan selembar surat untuk Ibu MENKES RI.

Selain krisis kesehatan, juga kini warga Gaza mulai mengeluh akan krisis air minum, krisis air minum ini disebabkan oleh krisis listrik yang hingga kini masih menyelimuti warga Gaza, memang benar kondisi demikian, dibenarkan oleh Abdillah Onim WNI perwakilan Rakyat Indonesia di yang hingga kini masih menetap di Gaza City sekaligus PJ Yayasan Daarul Qur’an Nusantara Cab.Gaza Palestina.
Di lain sisi, keluarga fakir dan anak yatim di Gaza tak pernah terselesaikan akan permasalahan yang mereka alami yaitu kesulitan mendapatkan bantuan seperti bahan makanan dan air minum serta penerang alternatif.

Sumber permasalahan dan inti dari krisis yang terjadi di Gaza adalah Blokade Israel dan penutupan pintu perlintasan Rafah ( perlintasa Gaza-Mesir), 1,8 juta jiwa warga Gaza menggantungkan harapan hidup mereka untuk mendapatkan bahan pokok dan bahan makanan dan untuk bertahan hidup yaitu hanya dari pintu perilintasan Rafah, karena terowongan sudah dihancurkan oleh militer zionis Israel.
Mohon doa, agar tidak terjadi kondisi yang tidak kita ingin kan, kasian anak-anak Gaza dan para wanita.
Semoga Allah swt melindungi mereka, memebrikan kesabaran dan keuatan kepada warga Gaza Palestina serta menjaga kesucian Masjid Alaqsa, amin.

SPnews Agency Gaza City.
Bantu dengan menShare ya..Insya Allah saya juga Share
Info Palestina,Foto dan Video.
@AbdillahOnim.
Fanpage Abdillah Onim Journalist
dillah.onim@gmail.com

Tinggalkan Balasan