opini

Gak Boleh Sembarangan Mengkafirkan Orang Lain!

Obat Entecavir

Alam Islam – Obat ini memang benar-benar ada. Harus hati-hati dalam perkara ini. Tidak boleh sembarangan mengatakan kafir kepada orang lain.

Pembagian takfir:
1. Takfir mutlak
Masih ancamana kekafiran, misalnya hadits membenarkan dukun/paranormal maka bisa kafir
ini masih ancaman, hanya Allah yang tahu dan pelakunya belum tentu langsung divonis kafir.

2. Takfir mu’ayyan
Ini hak para ulama dan yang berkepentingan, menentukan person tertentu, ini pun prosesnya panjang. Belum lagi ada udzur, iqomatul hujjah dan lain-lain.

Hampir sama dengan membid’ahkan seseorang, tentu tak boleh sembarangan vonis ahli bid’ah, karena kehormatan seorang muslim tinggi. Lebih baik berdakwah dengan lembut dan hindari memvonis orang lain.

Hanya Mengingatkan, agar ketika berbicara itu hendaknya jangan mudah terbuai dalam syubhat-syubhat, prasangka-prasangka, berita-berita yg tidak jelas sumbernya sebelum melakukan tatsabbut dan tabayun / menyelidiki :
Bahwa Mengkafirkan sesama muslim itu sangat berbahaya dan dosa besar!! bahkan akan pengkafirannya itu akan kembali kepada dirinya sendiri.. Kita tidak boleh menjatuhkan hukuman kafir/mengkafirkan seorang muslim, kecuali telah ada petunjuk yang jelas, terang dan mantap dari Al-Qur’an dan As-Sunnah atas kekufurannya. Maka dalam permasalahan ini gak cukup hanya dengan syubhat dan zhan (prasangka) aja.

Boleh jadi mengkufurkan seorang muslim  tanpa melalui penelitian dan pendalaman secara benar, efek pengkufurannya itu kembali kepada si penuduh. Seorang muslim tidak dibenarkan menghukumi sesama muslim lainnya dengan tuduhan kufur, syirik dan sesat, kecuali bagi orang yang mengetahui berdasarkan syariat batasan-batasan bagi masuk dan keluarnya seseorang muslim pada kekafiran dan kesyirikan serta mengetahui dengan jelas batas-batas yang terperinci antara kufur dan iman berdasarkan pandangan ajaran Islam.

Juga gak dibenarkan mengkufurkan seseorang muslim hanya karena ia berbuat maksiat, atau dosa besar ,padahal masih ada iman dan keyakinan tentang syahadatain dalam dirinya. Oleh karena itu, kaum muslimin harus benar-benar berhati-hati terhadap ucapan yang cepat keluar untuk mengkafirkan seorang muslim.

Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi saw pernah bersabda:

“Jika ada orang lelaki yang mengkafirkan saudaranya, maka pengkafirannya itu akan kembali kepada dirinya sendiri.”(HR Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *