nasional

Chairul Tanjung: Nabi Muhammad SAW Itu Seorang Pedagang

Chairul Tanjung


Alam Islam, Surabaya – Berdasarkan badan sensus, jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 237 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, mayoritas adalah muslim mencapai 87,2 persen. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Chairul Tanjung (CT) mengajak umat muslim, untuk menjalankan sunnah Rasullah Muhammad SAW, menjadi pedagang ‘Entrepreneur’, agar bangsa Indonesia menjadi negara yang maju dan bersaing dengan negara-negara lain

“Nabi Muhammad SAW nabi kita itu seorang pedagang. Jadi aneh kalau umat Islam tidak mengamalkan sunnah nabi sebagai pedagang. Jadi ini dilematis. Yang aneh kita diminta mengikuti sunnah, tapi tidak melakukan sunnah rasul,” kata Chairul Tanjung saat menjadi pembicara tentang ‘Membangun Ekonomi dan Politik yang berkeadilan dan beradab’ di acara Musyawarah Nasional ke 9 MUI di Hotel Garden Palace Surabaya, Selasa (25/8/2015).

“Ini terjadi karena persepsi kita budaya kita bahwa pengusaha itu dekatnya ke hal yang tidak baik, apakah riba, spekulasi,” tambahnya seperti dilansir Detik.

CT yang juga bos CT Corp menerangkan, negara dikatakan sebagai negara maju apabila negara tersebut memiliki entrepreneur (pengusaha) yang tinggi. Amerika Serikat sebagai negara maju memiliki entrepreneur 12 persen dari jumlah penduduknya, Jepang 11 persen, Singapura 7 persen. Sedangkan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara termasuk di Asia Tenggara, hanya 1,6 persen.

“Umat muslim ini senangnya menjadi pegawai negeri sipil atau karyawan swasta. Generasi muda kita inginya sukses instan, mau jadi cepat tanpa proses,” tuturnya.

Ia menambahkan, peran besar untuk kemajuan bangsa adalah tingkat pendidikan bagi penduduknya. Rasio masyarakat Indonesia yang menempuh pendidikan pendidikan tinggi masih kalah dibandingkan dengan China maupun Thailand.

CT berharap, agar muslim di Indonesia menempuh pendidikan tinggi. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi entrepreneur.

“Kita juga sering terjebak oleh karakter ‘Budaya Kemiskinan’. Kalau kita susah atau miskin, kita menggampangkan bahwa itu sudah takdir Allah. Padahal, yang bisa mengubah nasib kita kecuali kita sendiri,” tuturnya sambil mengutip QS 13:11 ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka’.

Chairul Tanjung berharap, muslim Indonesia harus memadukan pragmatisme (keuntungan, faedah, manfaat), idealisme (kepentingan masyarakat, bangsa dan negara), tata nilai (aspek religi) yang terdiri dari norma dalam masyarakat dan sesuai dengan nilai-nilai ke-Islaman.

“Menjadi entrepreneur itu simpel yakni bisa membaca atau menangkap peluang. Jika tidak ada peluang, maka ciptakanlah peluang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *