internasional

Biadab! Tentara Israel Kembali Eksekusi Dua Warga Palestina

 

israel warga palestina
Tentara Israel menembak pemuda Palestina di Tal-Rmaida


Alam Islam, Hebron – Tentara Israel menembak seorang pemuda Palestina di Tal-Rmaida, di wilayah pendudukan Hebron, Palestina. 28 Oktober 2015.

Setelah mengeksekusi 3 pria Palestina kemarin malam di wilayah Pendudukan al-Khalil, Israeli Occupation Forces (IOF) menembak satu lagi seorang pemuda Palestina.

IOF melarang tim medis mengevakuasi pemuda Palestina yang terluka dan membiarkannya dalam kondisi penuh darah.

Tidak hanya perdarahan, tetapi lubang di punggungnya membuktikan bahwa ia ditembak dari belakang ketika ia mencoba untuk menghindari tentara Israel atau melarikan diri dari serangan mereka. Ditemukan sebelas luka tembakan peluru pada tubuh pemuda Palestina tersebut.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dalam sambutannya di Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa mengatakan, eskalasi kejahatan Israel telah mencapai puncaknya dengan mengijinkan eksekusi terhadap warga Palestina yang tak bersenjata, penahanan tubuh mereka dan pengepungan, kampanye pencarian & penangkapan acak terhadap seluruh lingkungan Palestina.

IOF menyewa tentara bayaran dari seluruh dunia termasuk Ethiopia, Eretria, Prancis (Gilad Shalit) dan Inggris (Hadar Golden) dan yang lebih penting, pengikut Kabalah dan Voodoo Mesir (Moshe Dayan), Amerika Serikat dan negara-negara bekas Uni Soviet untuk menyebarkan teror bagi warga Palestina.

Eskalasi kekerasan Israel terbaru mengakibatkan kerentanan ekonomi dan rapuhnya masyarakat Israel. Harga Saham Tel Aviv turun dan kepanikan melanda penduduk Zionis. Bahkan beberapa orang Yahudi Israel tewas dan terluka karena keliru dicurigai sebagai warga Palestina, hanya karena mereka memiliki kulit gelap (satu Eritrea kulit hitam dan satu Yahudi Yaman)

Wasiat palsu Zionis atau nubuat dari Melody dan Red Cow (Heifer) menyebutkan bahwa sudah waktunya untuk mendirikan Negara Yahudi yang bebas dari populasi Muslim-Kristen.

Juga perintah untuk membagi al-Aqsa dan membuka jalan untuk membangun sebuah kuil mitos Salomo bagi Negara Yahudi di atas reruntuhan masjid Al Aqsa.

Eskalasi kekerasan Israel mengakibatkan lebih dari 64 orang Palestina tewas sampai saat ini. Selain itu langkah-langkah hukuman kolektif juga dilaksanakan untuk menebar teror, yang meliputi; menghancurkan rumah-rumah warga Palestina, eksekusi di luar hukum (pelanggaran terhadap Amnesty International) selain eksekusi sewenang-wenang terhadap para pemuda Palestina dan perempuan serta aksi deportasi keluarga adat Palestina.

Sumber: Shehab News Agency

Tinggalkan Balasan