artikel

Berhentilah Mempermalukan Perjuangan Palestina!

ronaldo palestina


Alam Islam – Berhenti! Saya, tanpa keraguan, mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap ini tentu cuma seumpama sebutir pasir diantara samudera manusia yang bersikap serupa. Ada jutaan manusia bersikap sama, menyebar di berbagai benua. Dari Afrika Selatan hingga Venezuela, dari Chile sampai Irlandia, dari Timur Tengah hingga ke negeri kita. Dan tak ada monopoli tertentu atas klaim dukungan itu.

Walau demikian, saya tak tertarik melakukan kampanye dukungan kemerdekaan Palestina dengan cara-cara yang dilandaskan kebohongan. Bagi saya, kemerdekaan Palestina terlalu baik, untuk diperjuangkan dengan metode kebohongan. Biarlah metode kebohongan dijalankan oleh penjajah Zionis dan para pendukungnya saja. Saya tak hendak menirunya.

Metode kebohongan, buruknya, saya pun melihatnya di media sosial. Cara-cara tanpa akurasi kebenaran diproduksi. Lantas, sepakbola dipakai juga sebagai salah satu sarana penunjangnya. Gambar-gambar lalu disebarkan, tanpa sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Propaganda dijalankan dengan kadar kesembronoan yang terkadang cukup menggelikan.

Saya akan mengulas beberapa diantaranya.

Pertama, gambar Ronaldo memamerkan kaos dengan siluet wajah memakai Kifayeh, dibawahnya terpatri tulisan: ‘Save Palestine’. Gambar ini, walau tampak heroik dan menggembirakan, sayangnya tidaklah benar. Gambar yang sesungguhnya, Ronaldo memamerkan kaos bertuliskan ‘Madeira’. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Februari 2010, saat Madrid melumat Vilarreal 6-2 dalam lanjutan laga La Liga.

Ronaldo menunjukkan kaos itu sebagai bentuk solidaritas kepada korban bencana banjir di Madeira, Portugal. Banjir yang menewaskan 32 orang. Jika benar Anda pengemar Ronaldo, Anda pasti sadar, Madeira kampung halaman sang bintang. Pun bila Anda sungguh pengila sepakbola, Anda pasti paham, menunjukkan kaos dengan pesan politik, sudah lama dilarang FIFA. Pelakunya akan dikenakan hukuman. Pertanyaannya, kapan Ronaldo dihukum atas aksi dukungan politiknya di lapangan hijau itu? Anda punya link beritanya?

Propaganda menggunakan Ronaldo sebagai subjek bukanlah barang baru. Ada banyak. Salah satunya saat Ronaldo menunjukkan poster ‘Todos Con Lorca’, sebuah sikap solidaritas atas bencana gempa bumi yang terjadi di Lorca. Tiba-tiba menyebar di dunia maya, diplesetkan menjadi ‘Todos Con Palestina’. Ronaldo memang figur kelewat kondang, memakainya, akan mendatangkan perhatian besar. Apapun tujuannya.

Lanjut pada bahasan kedua. Setiap propaganda selalu menempatkan pahlawan yang diagungkan di satu sisi dan bajingan yang dijejali kecaman di sisi lainnya. Protagonis dan Antagonis, singkatnya begitu. Jika Ronaldo bersama Madrid menjadi si baik, FC. Barcelona diplot sebagai jahanamnya. Beredarlah kemudian gambar pemain-pemain Barca yang seolah mendukung Israel, lengkap dengan Netanhayu dan tembok ratapan sebagai bumbu penguatnya.

Gambar rombongan pemain Barca berada di tembok ratapan, pun bersama Netanhayu, tidaklah salah. Sama sekali tak perlu untuk disangkal. Hanya pantas diluruskan. Gambar-gambar itu diambil dari ‘Peace Tour’ yang dilangsungkan Barcelona pada Agustus 2013. Barca pergi ke Israel dan Palestina, demi mengkampanyekan perdamaian atas penyelesaikan konflik Palestina. Rombongan Barca tentu saja tak hanya bertamu ke Netanyahu, mereka juga menyambangi Mahmud Abbas.

Perihal ‘Peace Tour’ 2013 itu, pada laman resminya FC Barcelona menyampaikan pernyataan,

‘FC Barcelona generated much expectation on their visit to Palestine as part of the ‘Peace Tour’ that is hoping to create bonds between the Palestinians and Israelis. Here we look back at a day that saw the Barça players visit the Basilica of the Nativity after which president Sandro Rosell and members of his board met with the Palestinian president, Mahmoud Abbas.’

‘The historic day ended with a football clinic in Dura, a town just outside Hebron, where 24,000 watched the first team train in the company of a group of Palestinian boys and girls.’

Akhir kata. Saya pendukung kemerdekaan Palestina dan akan selalu seperti itu. Namun, saya tak akan memberikan dukungan dengan cara berdusta, sebuah cara nista yang lebih mirip kebiasaan Zionis Israel yang durjana. Bagi saya, kemerdekaan Palestina terlalu mulia untuk dibaluri beribu dusta.

Maka berhentilah terus-menerus mempermalukan perjuangan Palestina!

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *