bau mulut saat berpuasa merupakan bentuk ketaatan
artikel

Bau Mulut Saat Puasa, Bentuk Ketaatan

Mulut salah satu kelengkapan sempurna diri. Tak elok tampaknya, ada orang tapi tak miliki mulut. Dengan mulut berjalan lancar komunikasi. Mulut sebagai pintu masuk makanan dan minuman. Namun disebabkan mulut putus dan hancur persaudaraan persekutuan. Bau mulut saat puasa bisa menghadirkan kebaikan namun juga mendatangkan keburukan.

Dikala ramadhan hadir, salah satu alat kelengkapan diri yang diharamkan sementara waktu difungsikan sebagai pintu masuk makanan dan minuman adalah mulut. Saat fajar shadiq masuk, mulut yang sudah bersahur dihentikan dari mengkonsumsi. stop makan dan minum.

Saat siang merangkak naik, mulut orang yang berpuasa terasa kering lagi pahit menebar bau tak enak. Bahkan banyak orang menjadi lebih pendiam karena takut “mengganggu” lawan bicara. Namun Rasulullah pernah mengabarkan kalau bau mulut saat puasa lebih harum dari bau minyak kasturi. Benarkah?

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

Ibnu Rajab Rahimahullah dalam kitab Nida’ur Rayyan Fi Fiqhi Shaum berkata : “Bau yang naik berupa uap karena kekosongan lambung dari makanan ketika puasa. Bau yang tidak disukai oleh penciuman manusia di dunia. Akan tetapi baik di sisi Allah karena muncul dari ketaatan dan mencari keridhaan Allah. Sebagaimana darah orang yang syahid akan datang pada hari kiamat, warnanya warna darah tetapi baunya bau misk.”

قال الحافظ ابن رجب “خلوف الفم: رائحة ما يتصاعد منه من الأبخرة لخلو المعدة من الطعام بالصيام، وهي رائحة مستكرهة في مشام الناس في الدنيا لكنها طيبة عند الله حيث كانت ناشئة عن طاعته وابتغاء مرضاته، كما أن دم الشهيد يجيء يوم القيامة يثغب دماً لونه لون الدم وريحه ريح المسك.

Dibenci diri dan dihindari manusia lain, namun Allah sangat menyukai karena tanda bukti ketaatan dan keridhaan Allah.
Setiap kesusahan dan rasa capek yang timbul karena ketaatan akan berbuah manis di akhirat kelak. Moga kita tidak patah semangat dalam beramal lebih-lebih lagi di bulan Ramadhan.

Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitab Lathaiful Ma’arif hal. 288 menguatkan:

كُلُّ شَيْءٍ فِي عُرْفِ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا إِذَا انْتَسَبَ إِلَى طَاعَتِهِ وَرِضَاهُ فَهُوَ الكَامِلُ فِي الحَقِيْقَةُ

“Segala sesuatu yang dianggap kurang di dunia menurut pandangan manusia namun jika itu didapati karena melakukan ketaatan pada Allah dan mencari ridha-Nya, maka hakekatnya kekurangan tersebut adalah kesempurnaan (di sisi Allah).”

Ambillah keredhaan Allah daripada manusia. Taat kepada Allah akan mendatangkan keberkahan di dunia dan akhirat. Janji jaminan Allah itu pasti. Apalagi berkait dengan keutamaan bulan ramadhan. Bau mulut di dunia, bau minyak kasturi and akhirat.

Judul: Bau Mulut Ketaatan

Penulis: Roni Haldi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *