nasional

Admin Situs Hoax Ini Dihakimi Netizen Karena Menipu, Sebar Pornografi dan Perolok Ulama

Kabar terbaru pelecehan islam seorang admin Fan Page Indonesian Hoaxes Community Jackson Leonardy Firdaus dihakimi para netizen atas penipuan
Jackson Leonardy

Alam Islam, Jakarta – Seorang netizen bernama Jackson Leonardy Firdaus alias Martua Leonard (JLF) yang pernah terkenal sebagai pembongkar hoax lewat aneka bully yang ia lancarkan, terutama kepada Islam dan tokoh-tokoh Islam di media sosial akhirnya mengalami nasib tragis. Salah seorang admin Fan Page Indonesian Hoaxes Community yang mengaku sebagai seorang atheis padahal ber-KTP Kristen ini dihakimi para netizen atas penipuan dan sederet kriminalitas lain yang dia lakukan.

Sebuah rekaman video yang beredar dan berdurasi sekitar 1 menit, JLF mengaku telah melakukan; penipuan di Facebook dan Kaskus, fitnah dan pencemaran nama baik di FB dan juga pornografi.

Inilah pernyataan JLF  untuk proses hukum, sebagaimana ditranskrip oleh netizen bernama Adi Syafitrah yang mengupas kejahatan pelaku pada Kamis (21/4/2016) seperti dilansir Antiliberalnews.

“Saya atas nama facebook Jackson Leonardy Firdaus memohon pada rekan-rekan media sosial terutama admin, ex-admin IHC dan admin yang sekarang di IHC. Saya mohon maaf sebesarnya kalau ada pernyataan saya yang salah, pernyataan saya seperti mengancam, menipu, mengimingi segala sangkut paut terkait masalah uang dimedia sosial.

Saya janji dengan sadar bahwa saya akan kembalikan itu semua, saya bertanggungjawab, dimediasi oleh Pramanda dan Irwan Roesmawan. Terkait foto pornografi, saya bertanggungjawab untuk menghapusnya. Itu saja saya kira.”

Sebelumnya JLF mengaku menciptakan banyak akun di medsos untuk mempermainkan psikologi orang “beriman”. Salah satu aksi itu berupa penistaan agama Islam seperti tentang sejarah April Mop sebagai hari pembantaian Ummat Islam di Spanyol yang menurutnya adalah hoax.

Selain itu, JLF juga menantang debat Dr. Zakir Naik yang secara gigih dia katakan bahwa Kristolog itu hanya hadir di Malaysia untuk menyeminarkan teknologi saja dan mustahil datang ke Indonesia. Dia juga memperolok sederet Muslim yang giat berdakwah di bidangnya masing-masing seperti Ustadz Habib Rizieq, Jonru, Ustadz Perdana Akhmad Lakoni, dan lain-lain. Bahkan, almarhum Siyono pun menjadi bahan bully-nya dengan mempelesetkan berita tentang kondisi jenazahnya yang utuh dan berbau harum.

JLF memang tergolong menarik bagi para netizen sepilis (sekuler, pluralis dan liberalis) dan atheis. Dengan modal memutarbalikan opini ia menyesatkan masyarakat awam dan menjadi alat bagi para aktifis islamophobia untuk menyerang Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *