nasional

Ada Adegan Tarian India Dan Wanita Tak Berjilbab Di Acara Seni, Kepala Dinas Pariwisata Dicopot!

Alam Islam, Banda Aceh – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banda Aceh, Fadhil SSos, Jumat (18/9/2015) sore, dicopot dari jabatannya oleh Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Pencopotan itu ekses dari tampilnya Tarian India vulgar saat pembukaan Piasan Seni Banda Aceh, Senin (14/9/2015) lalu di Taman Sari.

“Pak Fadhil kita berhentikan dari jabatannya karena dianggap lalai, sehingga tampil tarian yang bertentangan dengan visi misi Kota Banda Aceh yang menggalakkan syariat islam,” ujar Illiza seperti dilansir Serambinews.

Sebagai penggantinya ditunjuk, Ridha MM yang selama ini menjabat sebagai Staff Ahli Walikota Bidang Keistimewaan. Sedangkan Fadhil menjadi staff di Sekretariat Pemko Banda Aceh.

Tarian India yang awalnya untuk menghibur penonton di pembukaan Piasan Seni, menuai kritik dan kecamaan dari berbagai pihak, karena menampilkan tarian vulgar.

Dua penari yang berpasangan tersebut menampilkan gerakan tak seronok dan berpelukan didepan publik.
Kegiatan pagelaran seni yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh, di Taman Sari, Senin (14/9) malam ternoda dengan penampilan tarian Hindustan yang pulgar. Tarian tak seronok yang menjurus erotik itu pun disoraki penonton dan terpaksa dihentikan.

Tarian itu awalnya menampilkan seorang wanita berpakai India tanpa memakai jilbab dan meliuk-liuk di atas pentas piasan seni itu bak penari erotis. Selanjutnya muncul penari pria dan merapat pada penari wanita dengan memegang kedua tangan sehingga tak ubahnya orang berpelukan seperti lazimnya dalam film India.

Sehingga para penonton menyorakinya dan tarian itupun distop panitia dengan mematikan musik. Acara yang dibuka oleh Asisten II Setdako Banda Aceh, Gusmeri itu, sempat terhenti setelah penampilan tarian yang menodai penerapan syariat Islam dan budaya lokal itu. Sebelum tarian itu ditampilkan, terlebih dahulu panitia menyuguhkan tarian kreaasi baru Aceh dan mendapat sambutan hangat para penonton.

“Saya sangat kaget melihat tarian itu, karena sangat bertolak belakang dengan konsep Kota Madani. Kasus memalukan seperti ini jangan terulang lagi,” ujar Farid Nyak Umar, Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh yang malam itu ikut menghadiri acara piasan seni 2015 tersebut.

Dijelaskan Farid, tarian itu benar-benar tak sesuai dengan syariat Islam dan telah mencederai budaya lokal yang Islami.Menurutnya, dewan akan memintai penjelasan panitia terhadap ditampilkan tarian ‘erotis’ tersebut. Untuk ke depan, kata Farid, panitia harus ketat memeriksa setiap tarian yang akan ditampilkan, sehingga tidak kecolongan seperti kasus ini.

Tinggalkan Balasan