berita nasional

Ada Adegan Pelukan, Poster Film Religi Terbaru Asma Nadia Diprotes!


Poster film “Surga yang Tak
Dirindukan” yang telah beredar di
internet menuai protes dari
netizen. Pasalnya, dalam poster
film religi yang diangkat dari novel
karya Asma Nadia itu tampak Fedi
Nuril memeluk Laudiya Cynthia
Bella.
Menanggapi banyaknya protes dari
netizen, Asma Nadia pun angkat
bicara. Melalui fan page Facebook-
nya, penulis tersohor itu
menjelaskan bahwa sebenarnya
Bella dan Ferdi tidak berpelukan.
Mereka juga tidak bersentuhan
kulit sama sekali. Ia pun
menyesalkan jika ada yang
menghakimi foto tersebut.
“Sebelum rekan menghakimi,
sudahkah tabayun ke Bella dan
Fedi? Saya sudah. Hari pertama
syuting saya tanyakan langsung
sebab gambar ini sebelumnya
dalam bentuk foto sudah beredar,”
tulis Asma Nadia, Senin (4/5/2015).
“Dari penjelasan Bella sama sekali
tidak ada persentuhan kulit. Fedi
tidak dalam posisi memeluk Bella.
Hanya berdiri tidak jauh yang
dengan angle foto kesannya
menempel. Hasil olahan membuat
kesan dekat ini makin dekat. Saya
kira kita ga bisa menghakimi Bella
dari hasil olahan photoshop.
Sebab Allah pun tidak akan
melihatnya demikian,” tambahnya.
Asma Nadia pun meminta netizen
untuk berbaik sangka dan tidak
menghakimi Bella.
“Please dijaga prasangka baik.
Yang di poster ini bukan Bella dan
Fedi tapi Arini dan Pras, keduanya
suami istri. Tetapi dalam
pengambilan foto insya allah tidak
menyimpang kaidah Islam. Tidak
ada yang dipeluk. Tidak ada yang
bersentuhan. Image berbeda
dengan realitas. Apalagi zaman
sekarang di mana selfie aja sudah
direkayasa. Mohon prasangka
baiknya. Jangan sampai kita
berdosa karena ghibah dan fitnah
terhadap sesuatu yang sebenarnya
tidak salah di hadapan Allah.
Jazakumullah,” pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat,
tanggapan Asma Nadia ini telah
di-like lebih dari 25 ribu
penggemarnya dan dibadikan lebih
dari 500 kali. Namun, banyak
netizen tetap menyayangkan foto
yang kesannya berpelukan
tersebut. Sebagian menyarankan
agar poster tersebut diganti.
“Usul mbak Asma Nadia,
bagaimana kalau covernya diganti
yang tidak ada gambar (editan)
yang mengesankan pelukan dan
adegan-adegan tidak syar’i yang
lain. Insya Allah kami para
mahawiswa, pekerja, dan
masyarakat (yang insya Allah
terpelajar) bisa ber-khusnudzon
bahwa itu editan. Tapi masyarakat
awam biasanya tidak berpikir
panjang. Karena yang mereka
perhatikan bukan faktanya, tapi
“kesan”. Biar yang nonton tenang
dan ayem, juga menjaga biar para
pembaca setia mbak gak ngambek
cuma gara-gara bongkahan foto
seperti itu. Hanya usul ya mbak..
terima kasih. Jazakillah,” tulis Agil
Darmawan mengomentari status
Asma Nadia tersebut.
“Innalillahi.. Mbak Asma, saya
sangat kagum dan suka karya-karya
mbak.. Saya juga seneng banget
saat Bella mulai belajar
mengenakan kerudung. Namun
kenapa sesuatu yang diniatkan
untuk dakwah harus dikemas
seperti itu? Mungkin maksudnya
totalitas. Supaya pesan ceritanya
sampai. Tapi kan ga harus berpose
seperti itu? sekalipun di cerita
dikisahkan sudah suami istri, tapi
masyarakat tahu kalau mereka
bukan mahrom. Astaghfirulloh..
mau jadi apa bangsa ini, kalau film
yang katanya religi, bahkan
mencontohkan hal seperti ini?
kenapa kita semakin permisif?
Maafkan saya, mbak Asma. Tapi
saya sangat sedih dan kecewa
melihatnya,” kata Dini Trisnawati.
“Apa susahnya ganti foto Bu Asma
Nadia,” tambah Muhamad
Rovianto, singkat. [Ibnu K/
bersamadakwah]

sumber: www.bersamadakwah.com

Tinggalkan Balasan