internasional

50 Gay Tewas di Orlando. Pastur Jimenes: Itu Pantas Bagi Mereka!

Pastur di Amerika ini senang atas kematian 50 gay di Orlando
Pastor Roger Jimenez

Alam Islam Florida – Setelah penembakan paling mematikan dalam sejarah AS, seorang pastur berkhotbah di mimbar jemaat pada Minggu malam (12/6) di California Utara dan menyampaikan khotbah yang berapi-api serta memuji pembantaian brutal di sebuah klub malam gay di Florida.

Pastor bernama Roger Jimenez dari Verity Baptist Church di Sacramento tersebut mengatakan kepada jemaat bahwa orang Kristen tidak harus meratapi kematian 50 orang gay tersebut.

“Orang-orang berkata seperti ini: “Wah, gak sedih 50 gay mati? “Tidak, saya pikir itu bagus. Saya pikir itu membantu masyarakat. Anda tahu, saya pikir Orlando sedikit lebih aman malam ini,” ujarnya.

“Yang menyedihkan adalah bahwa ada dari mereka yang tidak mati. Tragedi ini, aku agak kesal karena mereka tidak menyelesaikan pekerjaannya!,” tambahnya.

Khotbah tersebut mendapat kritikan dari para pemimpin agama, aktivis hak-hak gay dan orang lain yang telah menyebutnya sebagai propaganda kebencian dan fanatisme.

Jay Brown, juru bicara Kampanye Hak Asasi Manusia, mengatakan kepada The Washington Post bahwa tidak ada nilai kristen dalam khotbah pendeta tersebut.

“Dia berkhotbah tentang kebencian dari mimbar,” kata Brown dalam sebuah pernyataan.

“Kata-katanya tidak menawarkan kenyamanan untuk para korban serangan tersebut, untuk keluarga dan teman-teman yang orang-orang terkasih mereka yang tidak akan pernah dilihat lagi. Dan untuk memikirkan pemuda LGBTQ di gerejanya sendiri, itu sangat memilukan,” tambahnya.

Seperti diketahui, anggota komunitas LGBT tidak diperbolehkan untuk bergabung dalam Verity Baptist atau menghadiri layanan di halaman gereja. Pihak gereja percaya sodomi, mengacu pada homoseksualitas, adalah dosa dan kekejian di hadapan tuhan dan pantas dihukum mati.

“Saya berharap pemerintah mengumpulkan mereka semua, menempatkan mereka di lapangan tembak, menempatkan regu tembak di depan mereka, dan meledakkan otak mereka,” kata Jimenez pada khotbah di hari Minggu.

Jimenez mengatakan kepada Bee pada hari Selasa bahwa mereka telah menerima banyak ancaman atas karena khotbahnya namun katanya ada banyak orang di luar sana yang setuju dengan apa yang ia katakan.

“Di Amerika, Anda tidak lagi diperbolehkan untuk memiliki pendapat yang bertentangan masyarakat utama, hukuman mati tersebut bukan sesuatu yang perlu untuk di tangisi,” katanya.

“Ketika orang-orang mati yang pantas untuk mati, itu bukan tragedi. Bahkan, pria bersenjata yang masuk ke sana, dia pantas untuk mati karena dia membunuh orang-orang, kita tidak harus berkabung untuk kematiannya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *