logo blog alam islam

Ustadz Abdul Somad dan Tuduhan HTI oleh Banser GP Ansor NU

Ustadz Abdul Somad dituduh HTI oleh Banser GP Ansor NU karena ada stafnya yang memakai tulisan kalimat Tauhid.
Ketua DPP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas bersama Ahok

Alam Islam - Setidaknya demikianlah menurut Mujiburrohmaan pentolan Banser GP Ansor NU Jateng saat tampil di wawancara TV One baru-baru ini. Mengapa? Ustadz Abdul Somad adalah 'HTI', karena ada kru (dan hadirinnya) memakai tulisan kalimat Tauhiid (Ketuhanan Yang Maha Esa), bersyahadat. Jadi beliau harus dipersekusi Banser. Walaupun beliau adalah pengurus NU Pekanbaru.

Kesimpulannya, jadi, bagi Banser, seluruh milyaran Muslimiin yang bersyahadat, juga Rosuululloh Muhammad, shollollohu 'alaihi wa sallam, yang membuat bendera Tauhiid (atau Ketuhanan Yang Maha Esa -- Sila I Pancasila), adalah HTI. Begitu, ya?

Lalu sebelumnya, kata oknum-oknum yang mengaku berasal dari mereka (banyak yang demikian, di Media Sosial, misalnya), karena ada orang yang tidak Tahlilan kematian (hitungan hari 1, 3, 7, 40, 100, 1000), tidak Maulidan, tidak Nujuh Bulanan membaca QS Yusuf dan QS Maryaam, tidak Qunutan Subuh, yang membaca basmalah dengan sirr (lirih) sebelum Al Fatihah, tidak Sholawatan beramai-ramai dan keras-keras, kalau malam Jum'at membaca QS Al Kahfi bukan QS Yaa Siin, yang lelaki berjenggot, bergamis, bercelana cingkrang tidak isbal, yang perempuan bercadar, juga tak suka ke kuburan keramat tapi membolehkan ziarah kubur asalkan syar'i, anti mistik, anti ilmu kebal, anti ilmu pengasihan, anti ilmu kadigdayan, anti ilmu kanuragan, anti ilmu pesugihan, tidak Kejawen, anti Sesajen, anti Jimat, bukan Sufi, bukan Madzhab Syafi'iyyaah, anti Syi'ah, anti Ahmadiyyaah, anti Baha'iyyaah, tak mau jaga Gereja, anti Liberalisme, anti Komunisme, dst.; adalah: Wahabi.

Maka dapat disimpulan pula bahwa, bagi mereka, NU yang spt ini dan selain NU yang juga spt ini, Muhammadiyah, Al Irsyaad, Persis, DDII, Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, Hasmi, Salafiyyiin dkk., milyaran muslimiin, bahkan Rosuululloh Muhammad, shollollohu 'alaihi wa sallaam, dan para Shahabah Nabi; yang memang demikian, adalah Wahabi. Iya, kan?

Dengan demikian, stigmatisasi yang terjadi di masa penumpasan G30S/PKI kembali berulang. Bedanya, kali ini yang jadi fall guy (tertuduh) atau malah culprit (penjahat) nya adalah HTI. HTI itu sinonim dengan anti-pancasila, pro-khilafah, makar, pembuat onar. Nyaris mirip dengan FPI dan PKS lah.

Pertanyaannya, apa bukti bahwa HTI itu anti-pancasila? Karena membawa ide khilafah? Apa yang salah dengan khilafah? Bukankah dunia ini pernah mengenal peradaban Islam yang gilang gemilang sejak 14 abad lalu di bawah pemerintahan berbentuk khilafah, dengan aneka varian/modelnya, baik di dunia Timur maupun di Barat? Dunia mengakui ini. Lha, kok, di negeri yang mayoritas muslim, ada ormas Islam terbesar di dunia, pengurusnya nyaring sekali menentang khilafah seolah ia adalah barang haram semacam ideologi komunisme yang sepanjang sejarah dunia belum pernah memberikan kontribusi peradaban yang berarti apa pun, dan separuhnya lebih bahkan sudah gagal?

Tidak sedikit yang menganggap PKI atau Komunisme itu bukan ancaman karena tidak ada bukti nyata ancaman yang tangible alias kasat mata. Lalu, apa bukti ancaman HTI? Sekalian saja, apa bukti ancaman FPI dan PKS? Jadi alangkah ajaibnya, demi agenda politik tertentu dari pihak penguasa, diputuskan bahwa HTI adalah barang yang asik dimainkan untuk menghantam siapa saja yang dianggap ancaman.

Yang tidak masuk akal adalah, ya itu, seperti di awal dikatakan, kok bisa sosok ustadz yang jelas-jelas pengurus NU, oleh organ NU dimusuhi dan dicap HTI?

Buat saya ini benar-benar dagelan yang melebihi Opera van Java dan (Bukan) Empat Mata, bahkan Srimulat!


Judul: Ustadz Abdul Somad adalah HTI!
Penulis: Satriyo Bw


Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon